close -->
close
0

Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.


Segala puji bagi Allah… Segala puji milik Allah… Tuhan semesta Alam..

Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah.. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusaNYA..

Hanya kepada Allah kami menyembah… Hanya kepada Allah kami memohon pertolongan… Hanya kepada Allah kami berharap... Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu.. Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan yang sesat..

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Shallawat, sallam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya, Sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in..

Semoga Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah curahkan kepada kami hamba-hamba Allah azza wa jalla sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam sampai hari akhir nanti… Amma Ba’du…


Akhwat yang mengajukan gugatan ta’aruf…. !!!

Disini zulfi maksudnya bukan untuk membahas Al Mujaadillah (wanita yang mengajukan gugatan) yang terdapat dalam Al-Quran surat ke 58, juz ke 28, 22 ayat. Tapi yang zulfi mau bahas soal Ta’aruf makna khusus menuju pernikahan sambungan dari bagian (I), tapi tidak Ada salahnya kita simak dulu.

Al Mujaadillah (wanita yang mengajukan gugatan) Yang mana Awal surat ini ayat 1-4 tentang Khaulah binti Tsa’labah radhiallahu ‘anha sang Mujaadillah, Khaulah binti Tsa’labah radhiallahu ‘anha mengadu mengajukan gugatan dengan meminta fatwa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang sikap suaminya Aus bin Shamit yang telah menzhiharnya yaitu dengan mengatakan “Kamu bagiku seperti punggung ibuku” dengan maksud dia tidak boleh lagi menggauli isterinya, sebagaimana ia tidak boleh menggauli ibunya. Menurut adat Jahiliyah kalimat zhihar seperti itu sudah sama dengan menthalak isteri., Zulfi kopas dari salah satu keterangan sbk:

Khaulah Binti Tsa’labah (Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh)

Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anha yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.

Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, "Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku." Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam. Khaulah berkata, "Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.

Dikirim pada 30 Desember 2009 di curhat......

Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Segala puji bagi Allah… Segala puji milik Allah… Tuhan semesta Alam..

Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah… Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah…

Hanya kepada Allah kami menyembah… Hanya kepada Allah kami memohon pertolongan… Hanya kepada Allah kami berharap... Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu.. Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan yang sesat…

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan…

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana…

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi… Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji…

Shallawat, sallam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya, para sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in..

Semoga Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah curahkan kepada kami hamba-hamba Allah azza wa jalla sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam sampai hari akhir nanti…
Amma Ba’du

Dalam Artikel ini Zulfi Coba menjelaskan Seputar Masalah Ta’aruf yang mana orang masih bingung Apa itu Ta’aruf.


Terjemahan Dalam bahasa Arab Ta’aruf adalah perkenalan, saling mengenal.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs. Al Hujuraat 13)

Ta’aruf mengandung makna umum perkenalan, saling kenal mengenal. Baik itu dua insan manusia, atau lebih. Baik itu antara 2 kumpulan manusia atau lebih. Dan lain-lainnya yang semakna.

Ta’aruf berarti melakukan aktifitas atau kegiatan bersilaturrahiim dengan dua orang atau lebih, Baik itu antara dua kumpulan manusia Atau lebih, untuk perkenalan atau untuk saling mengenal.

Ta’aruf boleh di lakukan siapa saja baik itu untuk persaudaraan sesama muslim (ukhuwah islamiyah), pertemanan, pernikahan, bisnis, masuk suatu perkumpulan, masuk suatu majelis ilmu, Dan lain-lainnya.
Dan ini bisa jadi makna khusus

Dikirim pada 24 Desember 2009 di curhat......

Cinta Yang Sia-Sia … Dan Cinta Yang Utama …


Berbicara Cinta selalu seru untuk dibahas, sampai-sampai kita terbuai dengan kata-kata Cinta… yang kadang menjerumuskan kepada kenistaan bahkan kesyirikan… Astaghfirullah…!!!

Cinta termasuk kata yang paling banyak dibicarakan, Namun kebanyakan dari mereka membicarakan Cinta yang sia-sia Dan mengaplikasikannya dengan cara yang nista penuh maksiat dan kesyirikan…

Dengan cinta.. seseorang yang kaya raya bisa jatuh miskin..
Dengan cinta.. seseorang yang miskin bisa kaya Raya..
Dengan cinta.. seseorang yang sehat bisa sakit..
Dengan cinta.. seseorang yang sakit bisa sehat..
Dengan cinta.. seseorang yang kurus bisa gemuk..
Dengan cinta.. seseorang yang gemuk bisa kurus..
Dengan cinta.. seseorang yang bengis bisa lembut..
Dengan cinta.. seseorang yang lembut bisa bengis..
Dan lain-lainnya.. Terlalu banyak kalau diterusin ditulisin…


Dengan Cinta seseorang yang kaya raya bisa jatuh miskin, ada Cinta Yang Sia-Sia Dan Cinta Yang Utama yaitu :

1. Cinta Yang Sia-Sia bisa di contohkan dengan Cinta seseorang di amerika berjudi lalu kalah terus. dia itu saat kaya harta tapi miskin hati, saat miskin harta hatinya tetap miskin.

2. Cinta Yang Utama bisa di contohkan dengan Khadijah Radhiyallahu �anha saudagar yang kaya raya, karena mencintai Allahazza wa jalla Dan Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam Hartanya Terkuras habis untuk disedekahkan Dan membatu Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam dalam berdakwah menegakan kalimat Tauhid
“Laa ilaaha illallah” beliau itu saat kaya harta tetap kaya hati, saat miskin harta hatinya jauh lebih kaya.


Dengan cinta seseorang yang miskin bisa kaya Raya, ada Cinta Yang Sia-Sia Dan Cinta Yang Utama yaitu:

1. Cinta Yang Sia-Sia bisa di contohkan seorang ustadz,dai atau ulama miskin yang cinta harta yang terpeleset dalam pemahaman ajaran islam sehingga menjadi Dukun atau para normal yang menjual susuk, pelet, penglaris,pengobatan yang mana mereka memakai bacaan Al-Quran yang ditambahkan dengan bacaan-bacaan yang syirik Dan bantuan media jin yang menyesatkan. Mereka saat miskin harta hatinya miskin, saat kaya harta tapi semakin miskin hati Dan semakin jauh kesesatannya.

Dikirim pada 24 Desember 2009 di curhat......

Cinta… Cinta… Cinta…


Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.


Segala puji bagi Allah… Segala puji milik Allah… Tuhan semesta Alam..

Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah.. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusaNYA..

Hanya kepada Allah kami menyembah… Hanya kepada Allah kami memohon pertolongan… Hanya kepada Allah kami berharap... Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu.. Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan yang sesat..

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Shallawat, sallam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya, Sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in..

Semoga Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah curahkan kepada kami hamba-hamba Allah azza wa jalla sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam sampai hari akhir nanti… Amma Ba’du…


Cinta Khadijah Radhiyallahu ’anha….!!!

Dikirim pada 17 Desember 2009 di curhat......

Demonstrasi, Solusi Atau Polusi ?

Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar


Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya diatas segenap agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Semoga shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, pengemban ajaran yang bersih dan murni, demikian juga atas keluarga, para sahabat dan pengikutnya, serta siapa saja yang meneladani dan berpedoman pada ajaran beliau sampai hari kiamat nanti. Amma ba’du.

Di dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita agar menetapi jalan petunjuk yang lurus dengan firman-Nya.

“Artinya : Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalaj jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [Al-An’am : 153]

Allah melarang kita menyelisihi ajaran Nabi-Nya dengan firmanNya.

“Artinya : Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” [An-Nur : 63]

Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam memperingatkan kita melalui sabdanya.

“Artinya : Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang telah diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih]

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam memberitakan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur Aisyah bahwa siapa saja yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan tergelincir, yaitu ketika beliau bersabda.

“Artinya : Jika kalian, melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil yang samar, maka merekalah orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga hendaklah kalian berhati-hati dari mereka”

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam juga memperingatkan dengan keras dari ulama yang mengajak kepada kesesatan dalam sabdanya.

“Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dari manusia sekaligus, akan tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan cara mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang ulama-pun, sehingga manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (dalam ilmu agama). Ketika para pemimpin yang bodoh tersebut ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.

Pada lafadz Bukhari : “ Maka mereka berfatwa sesuai dengan akal pikiran mereka”


Betapa banyak orang-orang seperti ini di zaman kita, suatu zaman yang segala urusan di dalamnya bercampur aduk serta samar-samar bagi orang yang ilmunya sedikit, sehingga mereka mengikuti hawa nafsu mayoritas manusia, baik dalam kebenaran maupun kebatilan, kemudian takut mengungkapkan kebenaran, karena menyelisihi pendapat masyarakat umum dan mereka lebih memilih mayoritas manusia, terlebih lagi di zaman yang kacau dan serba global ini, komunikasi begitu mudah dan cepat, maka muncullah slogan-slogan heboh : demokrasi, liberal, hak-hak wanita, hak azasi manusia (HAM), persamaan gender dan yang semisalnya.

Ini semua diterima oleh orang-orang yang hatinya menyimpang atau yang telah dididik oleh barat, kemudian di tulis di koran-koran dan disebarkan melalui media masa, gaungnya begitu kuat, sehingga disangka oleh masyarakat, bahwa itu semua merupakan suatu kebenaran, padahal ini merupakan kebatilan yang paling buruk.

Di antara slogan bodoh muncul adalah demonstrasi, pencetusnya adalah orang-orang kafir, mereka roang-orang yang tidak menghiraukan dalil dan tidak menggunakan akal. Kemudian penyakit ini berpindah ke negeri-negeri kaum muslimin melalui didikan barat.

Kita mengetahui bahwa api fitnah, bid’ah dan slogan menyialaukan muncul di saat jumlah para ulama sedikit, dan akan padam kobarannya ketika para ulama masih banyak.

Sungguh Allah telah menjaga negeri Al-Haramain (Mekkah dan Madinah) dari berbagai fitnah dan kejahatan yang besar serta bid’ah, berkat anugrah Allah, kemudian karena adanya kumpulan para ulama rabbaniyyin yang tidak takut celaan manusia ketika membela agama Allah, setiap kali tanduk bid’ah muncul, maka mereka segera menumpasnya, begitupula setiap kali leher ahlul bid’ah terangkat, maka mereka segera menundukkannya dengan ilmu syari’at, penjelasan ilahi, sunnah Nabi dan atsar para Salaf.

Sama sekali, saya tidak menyangka akan muncul generasi Al-Haramain yang mengajak kepada slogan jahiliyyah ini, sampai akhirnya benar-benar muncul. Dan kita yakin, bahwa mereka terpengaruh oleh orang-orang luar, atau mereka berfatwa tanpa dasar ilmu. Maka ada yang bertanya : Apa hukum demonstrasi-demonstrasi ini ?

Jawab. Demonstrasi adalah bid’ah ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Pertama. Demonstrasi ini digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri Islam.

Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.

Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [HR Muttafaqun Alaih]

Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari secara mu’allaq.

“Artinya : Siapa saja yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalan tersebut tertolak”.

Kedua. Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.

Ketiga Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ’anhu , dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq) Radhiyallahu ’anhu yang masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di siang bolong.

Keempat Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]

Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang kafir.

Kelima Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka semakim menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah ?!!

Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar ilmu dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara seperti ini.

Keenam. Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.

Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengamalan firman Allah.

“Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” [Al-Anfaal : 60]

Ketujuh Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab ? Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.

Kedelapan Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram.

Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.

Kesembilan Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh Allah. Jika mereka marah, maka Allah juga marah kepada mereka”.

Sebelum perang Badr Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam beristighatsah (memohon pertolongan di waktu genting,-pent) kepada Allah.

“Artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” [Al-Anfaal : 9]

Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin. Beliau Shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.

Kesepuluh Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada mereka.

Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.

Kesebelas. Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam perkara yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.

Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang banyak mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi massa (!)

Kedua belas. Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik, sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur’an, disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir dan ahli bid’ah.

Ketiga belas Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan : Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran (!).

Kempat belas Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firmanNya.

“Artinya : Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]

Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya. Beliau Shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya ? Beliau menjelaskan : (yakni) dia menanggung bencana diluar batas kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]

Sebagai penutup, saya memohon kepada Allah agar menampakkan kepada kita, yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Demikian juga, semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua dan para ulama kita. Tidak lupa pula semoga Allah memberikan taufiqNya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyat mereka, dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim tersebut untuk berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Amin. Semoga Allah memberikan shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya.

[Majalah Al-Asholah edisi-38 halaman 76-80. Diterjemahkan Imam Wahyudi Lc]
[Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5 No. 5 Edisi 29-Rabiuts Tsani 1428H, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy Surabaya. Jl.Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]


Dikirim pada 10 Desember 2009 di umum

Bismillahirrahmanirrahiim
Nasihat Cinta untuk seorang ikhwan…!!!


Cinta oh Cinta ..

“Ana berkata.. Ana cinta Allah melebihi cintaku pada Apapun..
“Ana berkata.. Ana cinta Rasulullah melebihi cintaku pada Apapun..

Ana berkata Ana cinta Allah Dan Rasulullah melebihi cintaku pada Apapun..
Ana senang melihat Aurat akhwat..
Ana senang memandang lekukan tubuh akhwat..
Ana senang mencari perhatian akhwat dengan riya..
Ana senang mencari perhatian akhwat dengan ujub..
Astagfirullah.. Ternyata benar Ana munafiq..

Dikirim pada 03 Desember 2009 di curhat......

Bismillahirrahmanirrahiim
Nasihat Cinta untuk seorang Akhwat…!!!



Cinta oh Cinta ..

“Ana berkata.. Ana cinta Allah melebihi cintaku pada Apapun..
“Ana berkata.. Ana cinta Rasulullah melebihi cintaku pada Apapun..

Ana berkata Ana cinta Allah Dan Rasulullah melebihi cintaku pada Apapun..
Ana menampakan Aurat..
Ana menampakan lekukan tubuh..
Ana memakai celana..
Ana memakai wewangian semerbak..
Astagfirullah.. Ternyata benar Ana munafiq..

Dikirim pada 03 Desember 2009 di curhat......

Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.


Segala puji bagi Allah… Segala puji milik Allah… Tuhan semesta Alam..

Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah.. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah..

Hanya kepada Allah kami menyembah… Hanya kepada Allah kami memohon pertolongan… Hanya kepada Allah kami berharap... Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu.. Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan yang sesat..

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Shallawat, sallam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya, tabi’in, tabiit tabi’in..

Semoga Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah curahkan kepada kami hamba-hamba Allah azza wa jalla sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam sampai hari akhir nanti… Amiin…



“Mendapatkan Hidayah Allah….!


Setelah selesai Makan.. Akupun cerita tentang semua perjalananku dari mulai pertama berangkat kebandung untuk kuliah,berangkat keluar negeri, kerja dijakarta, sampai sekarang Aku duduk dirumahku kembali..

Disela-sela cerita ibuku terus menangis, Akupun begitu… hmmmm.. Astaghfirullah…

Akupun terus meminta maaf sama ibuku.. terus memeluk ibu sambil menangis tersedu-sedu… Air matapun terus menetes..

Ibukupun berucap..!!!

“Ya pasti ibu maafin.. tapi siti harus jadilah anak yang shalihah kedepannya nakk..”

“pakai lagi jilbabnya yang rapi mulai hari ini dan jangan pernah dilepas selain didepan mahram”

“soal masalah hutangmu yang besar itu serahkan saja sama Allah dengan banyak taubat”

“Ibu kan sudah tua.. Justru mungkin beberapa saat lagi, ibu sudah tidak ada lagi di sisi kalian..”

”Jadi tidak bisa selalu menasihatimu Dan mendo’akanmu kelak..”

“Justru mungkin beberapa saat lagi, ibu sudah tidak ada lagi di sisi kalian..”

Akupun menangis mendengar kata-kata ibu…

“Kapan nikah nakkk” .. tiba-tiba ibu menanyakan itu..!!!

Akupun terdiam..!!! karena dulu Aku berfikir suamiku harus sederajat denganku, punya banyak harta, pendidikan formalnya tinggi minimal harus S2 sama dgnku, ganteng, punya jabatan tinggi,dll. yang bersifat dunia.

“Kenapa diam nak?” tanya ibuku…

Akupun menjawab… “tidak Apa-apa bu… belum ada jodohnya mungkin”

Ibukupun berkata..!!!

“pilih yang shalih saja.. Insya Allah selamat dunia Akhirat..”

hmmm… dalam hatiku bicara.. “kok simple ya permintaan ibu cuman 1 yang shalih”

ibuku bilang…!!!

“Ya udah sekarang bentar lagi shalat maghrib, kita berjamaah dulu bareng ibu, nanti ba’da isya’ kita berangkat bersama ke pak ustadz”

“Iya bu” jawabku..

Shalat berjama’ah maghrib Dan isya’ pun terlaksana bersama ibu.. sepanjang shalatpun aku terus sedih Dan kadang meneteskan Air mata karena merasa banyak dosa.. medengar Ayat-Ayat Al-Qur’an yang ibu bacakan sangat menyentuh qalbu… Aku menangis pula..

Setelah selesai shalat Isya’ Akupun bersama ibu bertamu ke salah satu ustadz di sana Untuk mengadukan kejadian hidupku meminta nasihat..

Bismillah… Akupun memulai lagi berjilbab saat keluar Rumah Karena Allah, kita berjalan kaki melewati Rumah-Rumah tetangga, beberapa orang yang kita kenal bertemu dijalan menyapa kami dengan Ramah…

“Bu’ perasaan Tetangga-tetangga disini pada ramah ya sama kita” ucapku..!

“Iya pada baik semua” jawab ibuku..!

Kami pun bermaksud untuk meminta nasihat soal kejadian hidupku, Dan Apa yang harus Aku lakukan, Aku dan Ibukupun telah nyampai didepan pintu Rumah pa ustadz..

“Assalamu’alaikum….!!! “Tuk..tuk.. tuk…” ibuku mengucapkan salam…

“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh.. Silahkan masuk… silahkan duduk” jawab pak ustadz sambil langsung memalingkan mukanya dari pandangan Awal kepada kami, kepandangan kedua kearah kursi sampil menunjukan tangannya kepada kursi untuk mempersilahkan duduk, pak ustadz…

Dikirim pada 23 November 2009 di Indahnya dipenjara..


Bismillahirrahmanirrahiim.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Segala puji bagi Allah… Segala puji milik Allah… Tuhan semesta Alam..

Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah.. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah..

Hanya kepada Allah kami menyembah… Hanya kepada Allah kami memohon pertolongan… Hanya kepada Allah kami berharap... Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu.. Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan yang sesat..

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Shallawat, sallam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya, tabi’in, tabiit tabi’in..

Semoga Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah curahkan kepada kami hamba-hamba Allah azza wa jalla sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam sampai hari akhir nanti… Amiin…


Zulfi harapkan pembaca Artikel ini, supaya membaca semuanya, mempelajari, menelaah, semua bacaannya. jangan langsung merasa tervonis dengan Adanya Artikel ini. Artikel ini dibuat bukan untuk menghina, Ataupun memvonis Anda bersalah..! Tidak…” Artikel ini zulfi buat sebagai bentuk kepedulian Dan kasih sayang, kepada saudaraku sesama muslim, saling menasihati saling memperingati.. itu perintah Allah Azza Wa jalla… Seperti FirmanNYA di bawah ini.

Allah Subhanahu Wa Ta�ala telah befirman
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. (Q.s Adz Dzaariyaat 55).

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Qs. Al ´Ashr 1-3)


Ayat-Ayat yang mulia Dan Sunnah-sunnah yang nyata kebenarannya dibawa oleh Rasul-Rasul, tatkala tersampaikan kepada kita janganlah di ingkari karena mengingkarinya kita termasuk kedalam golongan munafiq, kemunafiqkan bisa mengantarka kepada kekafiran, Dan itu neraka jahanam tempatnya.

kita pelajari dulu Ayat-Ayat yang mulia Dan Sunnah-sunnah yang nyata kebenarannya, jika kita merasa belum bisa menjalaninya cukuplah pelajari dulu, setelah itu kita harus paham maknanya Dan wajib dijalani perintahnya, janganlah kita sombong mengingkari, membelakangi, mengacuhkan, Ayat-Ayat yang mulia Dan Sunnah-sunah yang nyata kebenarannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Telah ber firman : “
“Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; (Qs. Al Baqarah 87).

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu[*] dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
(Qs. An Nisaa� 115). [*] Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan.

Jadi didalam Artikel ini ada Ayat-Ayat yang mulia dari Al-Qur’an Dan Sunnah-sunnah Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang mana kita kehidupan kita tersinggung oleh Ayat-Ayat yang mulia Dan Sunnah-sunnah, yang kadang kita mengingkarinya, jadi jangan begitu kelak kita Akan tahu kerugian besar setelah kematian menjemput kita.

Zulfi suguhkan Artikel ini berbentuk cerita Hikmah yang cukup panjang. Silahkan membaca, mempelajari, merenungi, menelaah, memahami.. Dan Ambillah hikmahnya dengan berusaha menjalani sekuat tenaga Perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dan Perintah Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.



Surga Dunia…..’


Pagi-pagi Waktu menunjukan jam enam.. jam weker pun berbunyi…!!!

“krrrrriinnnnnggggggg.. trrriiinnngggggg.. terus-menerus”.

Jam Antik yg berbentuk lemari dari kayu jatipun berbunyi….!!!

“trrraanngg.. trringg… traaangg… trreenngg… dennngg.. deeennng.. berulang-ulang”

Dan akupun berucap sendiri, berteriak bawel dan berkeluh kesah karena ngantuk..!!!

“wueeyyyyy ribut amat nich jam, apa gak tau Akuu ituuu cuapeeeekk taauuu”.

Terdengar juga ketukan pintu kamar dari seorang pembantu berkali-kali mengetuk…!!!

“Tukk.. tuukk.. tuukk.. ”, “Tukk.. tuukk.. tuukk.. ”, “Tukk.. tuukk.. tuukk.. ” ,

“Jeng.. jeeng… jeng banguuunn.. udah jam 6 sekarang”, suara seorang wanita tua pun terdengar, yang mengabdi sebagai seorang pembatu…

Sambil teriak dan marah..!!! Akupun ngomong..!!!

“mboookkkk diaaaaammmm bawelll amat siieehhhh…”,

“mboookkk masuuukkk.. ituuu matiin Alarmnyaaaaa”.

Si mbok’ pun mulutnyapun langsung terdiam… lalu membuka pintu…!!!

Sambil teriak dan marah juga Aku ngomong..!!!

Dikirim pada 20 November 2009 di Indahnya dipenjara..

Wajibnya Shalat Berjama�ah Dan Keutamaan-keutamaanya. (Bagian II)



Bismillahirrhmanirrahiim

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..



Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam..
Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah..
Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah..
Hanya kepada Allah kami menyembah dan hanya kepada Allah kami memohon pertolongan..
Segala penghormatan hanya milik Allah, dan keagungan, dan kebaikan..
Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu..
Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan serta pemahaman yang sesat.. shalawat, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, tabi’in, tabiit tabi’in..
Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu �alaihi wa sallam sampai hari akhir nanti…
Amma ba’du…


Pada Bagian (I), telah zulfi tuliskan penjelasan soal wajibnya Shalat ber-Jama’ah di Rumah-Rumah Allah/mesjid, Bahwa Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sabda Rasululullah Shallallahu �alaihi wa sallam, Telah menjelaskannya dengan terang, wajibnya Shalat berjamaah untuk ikhwan di Rumah-Rumah Allah/mesjid.


Pada Bagian II, ini Zulfi coba menjelaskan keutamaanya serta ibadah-ibadah lainnya yang ada di salah satu shalat yang di wajibkan untuk dilaksanakan secara ber-Jama’ah dimesjid, kenapa Shalat berjamaah di wajibkan? Ya seperti jelaskan Pada Bagian I bersambung ke Bagian II, karena banyak sekali manfaatnya bagi kita,sekarang zulfi Ambil contoh yaitu shalat Shubuh berjama’ah.


Saat terbangun 1/3 malam bila waktu cukup untuk shalatulail/Qiyamulail/tahajjud dan witir maka laksanakan dan jikalau hari itu mau shaum bila waktunya cukup untuk sahur baiknya laksanakan, itu lebih baik. zulfi jelaskan disini saat bangun misalkan mendekati waktu fajar kita baru terbangun maka kita di sunnahkan membaca do’a : “Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa ba�da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuur” Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.” (HR. Shahih Bukhari).


Setelah berdo’a di Atas terus melihat jam & waktu shalat shubuh, setelah itu dengan melafadzkan atau dalam hati ucapkan bismillah..!!! Niatkan dalam hati untuk memulai hari dengan Niat Bahwa segala sesuatu aktivitas ditunjukan hanya karena Allah Ta’ala dengan Memurnikan ketaatan dalam menjalankan Agama, untuk menuju ridhanya dan berusaha menjaga keridhaannya.


Memurnikan ketaatan dalam menjalankan Agama sangatlah penting, supaya kita terhindar dari malapetaka kesesatan dalam menjalankan perintahNya, malapetaka yang membawa kepada ke kemunafiqan, kebid’ahan, kemaksiatan, kesyirikan,dll. Niatkan semua lillahi Ta ‘ala..

Allah Subhanahu Wa Ta�ala telah befirman :
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Qs. Al An�aam 162).

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (Qs. Az Zumar 11)

Dikirim pada 15 November 2009 di Shalat berjama’ah

Bismillahirrhmanirrahiim

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..


Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam..
Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah..
Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah..
Hanya kepada Allah kami menyembah dan hanya kepada Allah kami memohon pertolongan..
Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu..
Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan serta pemahaman yang sesat.. shalawat, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, tabi’in, tabiit tabi’in serta hamba-hamba Allah yang shalih sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu �alaihi wa sallam sampai hari akhir nanti…
Amma ba’du…


Astaghfirullah …!!! Berita yang menyesatkan..



Hidayatullah.com--Untuk melengkapi hasil observasi mata kuliah sosiologi, hari Rabu, (11/9) Mahasiswa Fakultas Adab Jurusan Sejarah dan Pemikiran Islam (SPI)-IAIN Sunan Ampel Surabaya menggelar seminar bertajuk “Nikah Yes! Gay Yes!” bertempat di Gedung Self Access Centre (SAC) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Menurut Jauhar Machru, Ketua Panitia Seminar, acara seminar ini dalam rangka tugas observasi sosiologi. Menurutnya, sebenarnya ada tiga tema yang akan diangkat, yakni; Gender, Pekerja Seks Komersil (PSK), dan Gay.

“Namun mahasiswa sepakat untuk mengangkat tema gay dalam acara seminar,” ujar mahasiswa SPI semester tiga, asal Madura ini.

Panitia mengundang Erick Yusufanny seorang pelaku gay dari Gaya Nusantara, Drs. Imam Nakhai. M.Ag Dosen Institute Agama Islam Ibrahimi (IAII) Situbondo.

Dari sekitar 300 tiket yang disediakan, semuanya ludes oleh diborong peserta. Bahkan menurutnya peserta yang mendaftar terus berdatangan ketika acara sedang berlangsung. Tak pelak, banyak yang harus berdiri. Hal itu menandakan tingginya minat para mahasiswa terhadap tema yang diangkat. Peserta yang hadir mayoritas dari mahasiswa IAIN sendiri dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

Dalam kesempatan itu, Erick Yusufanny menjelaskan jika dirinya menjadi gay karena fakktor naluriah semata. Dan menurutnya itu adalah anugerah.

“Saya dilahirkan sebagai lelaki, punya jenggot, kumis dan penis. Dan saya tidak akan mengubah itu semua. Ini adalah naluriah dan anugerah,” ungkapnya yang disambut tawa peserta. Ia juga mengatakan, meski dirinya gay, namun tak suka mengganggu orang dan tetap beribadah.

Dikirim pada 13 November 2009 di umum

Bismillahirrhmanirrahiim

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..


Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam..
Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah..
Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah..
Hanya kepada Allah kami menyembah dan hanya kepada Allah kami memohon pertolongan..
Segala penghormatan hanya milik Allah, dan keagungan, dan kebaikan..
Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu..
Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan serta pemahaman yang sesat.. shalawat, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, tabi’in, tabiit tabi’in..
Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu �alaihi wa sallam sampai hari akhir nanti…
Amma ba’du…


Shalat... Shalat... Shalat…

Sebagai Rukun Islam, sebagai Tiangnya Agama, Sebagai pengokoh iman, Sebagai petunjuk, Sebagai penentram jiwa, Sebagai Rahmat, Sebagai penggugur dosa, Sebagai pencerah kehidupan didunia, sebagai penerang di alam kubur, Sebagai cahaya di Akhirat, Sebagai penyelamat, Sebagai kesejahteraan, Sebagai kedamaian, Sebagai pemer-erat ukhuwah, Sebagai kemenangan, Sebagai cermin ketaatan, Sebagai kejayaan Ummat, Sebagai amalan yang utama, Sebagai pencegah perbuatan keji & munkar, Sebagai Hijab Antara yang haq & yang bathil itulah Shalat… sebagai.. sebagai lainnya…!!!


Di sini di Artikel ini zulfi coba membahas tentang wajibnya shalat ber Jama’ah bagi ikhwan dimesjid. yang mana kebanyakan orang meremehkannya atau menyepelekannya, bahkan yang memprihatinkan sebagian ulama yang ahlul bid’ah menganggap shalat berjamaa’ah itu sunnah & memperbolehkan Jama’ah-Jama’ahnya shalat sendiri/munfarid tanpa ada udzur.. Astaghfirullah!!!

Dikirim pada 11 November 2009 di Shalat berjama’ah

Kehidupan islami Yang Harus Dikerjakan Sehari-hari.


Bismillahirrahmanirrahiim

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..


Segala puji bagi Allah… Segala puji hanya milik Allah tuhan semesta Alam..

Dan Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah., yang maha esa & tidak ada sekutu Baginya.. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah..

Hanya kepada Allah kami menyembah dan hanya kepada Allah kami memohon pertolongan, segala penghormatan hanya milik Allah, dan keagungan, dan kebaikan..

Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu.. Hanya kepada Allah kami berharap..

Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan serta pemahaman yang sesat..

Shalawat, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, tabi’in, tabiit tabi’in..

Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu �alaihi wa sallam sampai hari akhir nanti… Amma ba’du…


Disini zulfi coba bikin Artikel tentang seputar pertanyaan-pertanyaan yang harus kita renugi dan kita pelajari makna pertanyaan itu serta pertanyaan itu harus kita jawab dengan perbuatan kita, serta kita harus mencari ilmu atau mencari Arti & makna serta memahaminya apa-apa saja yang terkadung dari perbuatan itu..

Zulfi pribadi sebagai penyampai tulisan ini merasa malu dengan adanya Artikel ini, dikarenakan belum mampu melaksanakannya secara menyeluruh.. zulfi Ambil Artikel ini Dari kitab : Zadul Ma�ad Fi Hadyi Khairi Ibad, karya Ibnu Qayyim Al-jauziah. yang mana beliau Adalah murid dari Shaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.


Segala puji dan syukur bagi Allah Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita, Muhammad rasulullah, keluarga dan para sahabat. wa ba’du.


Alhamdulillah Akhirnya nulis lagi.. innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun banyak data-data yang hilang hasil tulisan-tulisan zulfi.. yang mana zulfi baru bbrpa bulan ini menulis mencoba berdakwah khususnya untuk diri sendiri yang begitu byk kelemahan & dosa… dalam tulis-tulisan Artikel.. kemaren ada beberapa yang zulfi hapus dalam blog zulfi menyangkut ada sesuatu yg tidak bisa disebutin…


Hampir di semua forum-forum jejaring sosial banyak membicarakan soal jodoh, tapi dalam hati zulfi pribadi resah serta di kalangan ulamapun demikian, sampai-sampai mereka mengeluarkan fatwa HARAM!!! Dalam salah satu situs jejaring sosial, karena fenomena yang terjadi melihat tindak tanduk akhwat & ikhwan jaman sekarang yang menghalalkan pacaran & menghalalkan cara yang haram untuk mendapatkan jodoh.. yang mana hijab tidak terjaga dengan baik.. kemaksiatan & perzinahan merajarela Astaghfirullah…..



Ya Ukhti muslimah!!!
Cintailah Allah & cintai Rasulullah melebihi cinta kalian pada apapun..
Cintailah orangtua karena Allah.. cintai pula kaum muslim yang lainnya karena Allah… cintailah.. cintailah.. cintailah sesuatu yang dicintai Allah..


Ya Ukhti muslimah!!!
Jagalah hijabmu… jagalah aibmu… jagalah kehomatanmu... jagalah kesucianmu… jagalah pandanganmu… jagalah ibadahmu.. jagalah..jagalah.. jagalah yg kebenara lainnya…


Ya ukhti muslimah!!!
Tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu berTAUHID... tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu takut kepada Allah… tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu beristiqamah dalam ibadah kepada Allah… tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu bertawakkal kepada Allah … tanamkanlah dalam qalbumu rindu bertemu dengan Allah di hari akhir nanti… tanamankanlah dalam qalbumu untuk selalu berdzikrullah.. tanamkanlah.. tanamkanlah.. tanamkanlah kebenaran lainnya..

Dikirim pada 16 Oktober 2009 di artike punya zulfi...

Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halaby


Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Sesunguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat". [Silsilah Hadits Shahih No. 2276].


Hadist ini merupakan hadits yang menjelaskan sifat-sifat orang mukmin, sifat-sifat yang senantiasa lengket dan menyatu dengan diri mereka, tiada pernah lepas hingga seolah-olah pakaian yang selalu menempel pada tubuh mereka dan tidak pernah terjauhkan dari mereka.


Mufattan Artinya : "Orang yang diuji (diberi cobaan) dan banyak ditimpa fitnah. Maksudnya : (orang mukmin) adalah orang yang waktu demi waktu selalu diuji oleh Allah dengan balaa’ (bencana) dan dosa-dosa". [Faid-Qadir 5/491].


Dalam hal ini fitnah (cobaan) itu akan meningkatkan keimanannya, memperkuat keyakinannya dan akan mendorong semangatnya untuk terus menerus berhubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala , sebab dengan kelemahan dirinya, ia menjadi tahu betapa Maha Kuat dan Maha Perkasanya Allah, Rabb-nya.


Menurut sebuah riwayat dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim, sesungguhnya Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Perumpamaan orang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambing angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya kembali. Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang. Sedangkan perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak bergeming oleh terpaan apapun hingga (ketika) tumbang, (tumbangnya) sekaligus". [Bukhari : Kitab Al-Mardha, Bab I, Hadist No. 5643, Muslim No. 7023, 7024, 7025, 7026, 7027].


Ya, demikianlah sifat seorang mukmin dengan keimanannya yang benar, dengan tauhidnya yang bersih dan dengan sikap iltizam (komitment)nya yang sungguh-sungguh.


Tawaab Nasiyy Artinya : "Orang yang bertaubat kemudian lupa, kemudian ingat, kemudian bertaubat". [Faid-Al Qadir 5/491].


Seorang mukmin dengan taubatnya, berarti telah mewujudkan makna salah satu sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala , yaitu sifat yang terkandung dalam nama-Nya : Al-Ghaffar (Dzat yang Maha Pengampun). Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman.
"Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar". [Thaha : 82].

Apabila Diingatkan, Ia Segera Ingat.

Artinya : "Bila diingatkan tentang ketaatan, ia segera bergegas melompat kepadanya, bila diingatkan tentang kemaksiatan, ia segera bertaubat daripadanya, bila diingatkan tentang kebenaran, ia segera melaksanakannya, dan bila diingatkan tentang kesalahan ia segera menjauhi dan meninggalkannya".


Ia tidak sombong, tidak besar kepala, tidak congkak dan tidak tinggi hati, tetapi ia rendah hati kepada saudara-saudaranya, lemah lembut kepada sahabat-sahabatnya dan ramah tamah kepada teman-temannya, sebab ia tahu inilah jalan Ahlul Haq (pengikut kebenaran) dan jalannya kaum mukminin yang shalihin.


Terhadap dirinya sendiri ia berbatin jujur serta berpenampilan luhur, sedangkan terhadap orang lain ia berperasaan lembut dan berahlak mulia, bersuri tauladan kepada insan teladan paling sempurna yaitu Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam , yang telah diberi wasiat oleh Rabb-nya dengan firman-Nya : "Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka .....". [Ali Imran : 159]

Inilah sifat seorang mukmin. Ini pula jalan hidup serta manhaj perilakunya. [Majalah Al-Ashalah edisi 15, Th III 15 Dzul Qa’dah 1415H]


Dikirim pada 15 Oktober 2009 di umum

Memandang Ringan Segala Cobaan Dan Jangan Mudah Terguncang Oleh Bayangan Buruk
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa�dy


Diantara sarana yang paling bermanfaat untuk sirnanya keguncangan dan kegundahan manakala seorang hamba tertimpa aneka bencana adalah hendaknya ia berupaya memandang dan menjadikannya ringan. Yaitu, dengan mengandaikan atau membayangkan kemungkinan yang lebih buruk dari yang telah terjadi, dan ia kuatkan hatinya dalam menghadapinya. Jika ia lakukan itu, hendaknya ia berupaya, sejauh kemungkinanm untuk meringankan apa yang mungkin diringankan . Maka, dengan penguatan hati dan upaya yang bermanfaat semacam ini akan hilanglah kegelisahan dan kegundahannya, dan berganti menjadi upaya keras untuk meraih berbagai hal yang bermanfaat dan menangkis berbagai madharat yang menimpa hamba.


Lalu, jika ia terhampiri beberapa penyebab ketakutan, penyebab sakit, penyebab kemiskinan dan ketaktercapainya aneka hal yang disenanginya, hendaklah menghadapinya dengan tenang dan menguatkan hati dalam menanggung derita cobaan akan meringankannya dan menghilangkan tekanannya. Terutama jika ia menyibukkan dirinya untuk menangkis cobaan itu sebatas kemampuannya. Dengan itu, menyatulah dalam dirinya tekad mengukuhkan batin seiring berupaya yang bermanfaat, yang hal itu akan membuatnya tidak kalut oleh berbagai musibah. Ia tekan dirinya agar memperbaharui kekuatannya untuk melawan berbagai cobaan dan bencana, seiring bersandar dan percaya penuh kepada Allah. Tidak diragukan, bahwa upaya-upaya ini memiliki manfaat yang sangat agung untuk terwujudnya suatu kegembiraan dan kelapangan dada, di samping ia pun terus berharap pahala, baik didunia maupun di akhirat. Hal ini sudah dicoba dan disaksikan keberhasilannya. Bukti-bukti keberhasilannya bagi mereka yang telah mecobanya banyak sekali.


JANGAN MUDAH TERGUNCANG OLEH BAYANGAN BURUK


Di antara terapi yang paling hebat untuk penyakit syaraf hati, bahkan juga penyakit tubuh, adalah ketahanan dan kekuatan hati serta tidak mudah terguncang atau larut oleh bayang-bayang atau khayalan-khayalan buruk yang dipengaruhi oleh pikiran buruk. Karena, bila mana manusia takluk kepada khayalan-khayalan buruk dan hatinya mudah larut oleh pengaruh-pengaruh emosional yang berupa : rasa takut akan teridapnya penyakit atau semacamnya, mudah marah ataupun terganggunya pikiran oleh hal-hal yang memedihkan perasaaannya, dan membayangkan akan terjadinya bencana ataupun akan hilangnya segala yang disenanginya, kegundahan, penyakit dalam maupun luar dan rusaknya syaraf, yang hal itu mempunyai berbagai efek buruk, yang semua orang menyaksikan sendiri bahayanya yang banyak.


[Disalin dari buku Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa�idah, edisi Indonesia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia hal 29-35, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin Ma�ruf, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta]


Dikirim pada 15 Oktober 2009 di umum


-Termasuk Iman Kepada Allah: Sabar Atas Segala Takdir-Nya-
Syaikh Muhammad At-Tamimi


Firman Allah,
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (At-Taghabun: 11).

Alqamah bin Qais bin ’Abdullah bin Malik An-Nakha’i. Salah seorang tokoh dari ulama tabi’in. Dilahirkan pada masa hidup Nabi. Meninggal tahun 62H (681M). menafsirkan iman yang tersebut dalam ayat ini dengan mengatakan,

Yaitu: seseorang yang ketika ditimpa musibah ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun ridha dan pasrah (atas takdirNya).


Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
Ada dua perkara yang masih dilakukan orang, padahal kedua-duanya adalah kufur, yaitu mencela keturunan dan meratapi orang mati.


Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud,
Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan Jahiliyah.


Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah bersabda,
Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hambaNya maka Dia menyegerakan hukuman baginya di dunia; sedang apabila Allah menghendaki keburukan pada seorang hambaNya maka Dia menangguhkan dosanya sampai Dia penuhi balasannya nanti di hari Kiamat. (Hadits riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim ).


Nabi bersabda,
Sungguh, besarnya pahala setimpal dengan besarnya cobaan; dan sungguh, Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum, diujiNya mereka dengan cobaan. Untuk itu, barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan dari Allah, sedang barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan dari Allah.
(Hadits hasan, menurut At-Tirmidzi).

Kandungan Bab Ini
1. Tafsiran ayat dalam surah At-Taghabun. (Ayat ini menunjukkan keutaman sabar atas segala takdir Allah yang pahit, seperti musibah; dan menunjukkan pula bahwa amal termasuk dalam pengertian iman)
2. Sabar terhadap segala cobaan termasuk iman kepada Allah.
3. Ancaman keras terhadap orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan Jahiliyah [karena meratapi orang mati].
4. Tanda apabila Allah menghendaki keburukan kepada hambaNya.
5. Tanda kecintaan Allah kepada hambaNya.
6. Dilarang bersikap marah dan tidak sabar atas cobaan yang diujikan Allah.
7. Pahala bagi orang yang ridha atas cobaan yang menimpanya.


Dikirim pada 15 Oktober 2009 di umum

Melupakan Cobaan Yang Telah Lampau
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy

Diantara sarana penyebab lahirnya kegembiraan dan sirnanya berbagai kegundahan dan keruwetan adalah berupaya keras menyingkirkan penyebab kegundahan itu dan meraih berbagai sarana yang dapat membuahkan kegembiraan. Yaitu dengan melupakan cobaan-cobaan yang telah lampau yang tidak mungkin diputar ulang, dan menyadari bahwa kekalutan hati dan memikirkan hal itu adalah suatu tindakan sia-sia dan tidak dibenarkan oleh akal yang sehat, dan bahwasanya memikirkan hal yang semacam itu adalah suatu kebohongan dan kegilaan.


Jadi ia harus menekankan agar tidak memikirkan cobaan masa lalu itu. Juga agar ia menekankan hatinya agar tidak gelisah atau guncang menghadapi masa yang akan datang, yang dibayangkan akan menghadapi kemiskinan atau kekhawatiran atau bayang-bayang masa depan buruk yang lain. Hendaknya ia mengetahui, bahwa segala peristiwa dimasa mendatang, baik itu keberuntungan atau keburukan, harapan baik atau derita, adalah tidak dapat diketahui, dan bahwasanya itu semua di tangan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sedang ditangan hamba tiada lain adalah usaha meraih keberuntungan dan menangkis keburukan di masa mendatang itu. Disamping itu hendaknya seorang hamba mengetahui, jika ia memalingkan pikirannya dari bayang-bayang kegelisahan masa depan dan bertawaqal kepada Allah untuk membenahinya serta percaya penuh kepadaNya saat melakukan itu semua, niscaya hatinya akan tenteram, kondisinya akan membaik dan akan sirnalah kegundahan maupun keguncangannya itu.


[Disalin dari buku Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa’idah, edisi Indonesia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia hal 26-29, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin Ma’ruf, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta]


Dikirim pada 15 Oktober 2009 di umum

Keutamaan Sabar Menghadapi Cobaan
Majdi As-Sayyid Ibrahim


"Artinya : Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :"Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ’Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak". (Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092)


Wahai Ukhti Mukminah ! Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah ?


Wasiat yang ada dihadapanmu ini disampaikan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam tatkala menasihati Ummu Al-Ala’ Radhiyallahu ’anha , seraya menjelaskan kepadanya bahwa orang mukmin itu diuji Rabb-nya agar Dia bisa menghapus kesalahan dan dosa-dosanya.


Selagi engkau memperhatikan kandungan Kitab Allah, tentu engkau akan mendapatkan bahwa yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat dan mengambil nasihat darinya adalah orang-orang yang sabar, sebagaimana firman Allah.
"Artinya : Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur". [Asy-Syura : 32-33]


Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.
"Artinya : Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa". [Al-Baqarah : 177]


Engkau juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.
"Artinya : Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar". [Ali Imran : 146]


Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.
"Artinya : Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan". [An-Nahl : 96]
"Artinya : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". [Az-Zumar : 10]


Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.

"Artinya : Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan) :’Salamun ’alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu" [Ar-Ra’d : 23-24]


Benar. Semua ini merupakan balasan bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi cobaan. Lalu kenapa tidak ? Sedangkan orang mukmin selalu dalam keadaan yang baik ?.


Dari Shuhaib Radhiyallahu ’anhu , sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya". (Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud)


Engkau harus tahu bahwa Allah mengujimu menurut bobot iman yang engkau miliki. Apabila bobot imanmu berat, Allah akan memberikan cobaan yang lebih keras. Apabila ada kelemahan dalam agamamu, maka cobaan yang diberikan kepadamu juga lebih ringan. Perhatikalah riwayat ini.


"Artinya : Dari Sa’id bin Abi Waqqash Shallallahu ’alaihi wa sallam , dia berkata. ’Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya".
(Isnadnya shahih,ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172)


"Artinya : Dari Abu Sa’id Al-Khudry Shallallahu ’alaihi wa sallam , dia berkata. ’Aku memasuki tempat Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam , dan beliau sedang demam. Lalu kuletakkan tanganku di badan beliau. Maka aku merasakan panas ditanganku di atas selimut. Lalu aku berkata.’Wahai Rasulullah, alangkah kerasnya sakit ini pada dirimi’. Beliau berkata :’Begitulah kami (para nabi). Cobaan dilipatkan kepada kami dan pahala juga ditingkatkan bagi kami’. Aku bertanya.’Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya ?. Beliau menjawab. ’Para nabi. Aku bertanya. ’Wahai Rasulullah, kemudian siapa lagi?. Beliau menjawab.’Kemudian orang-orang shalih. Apabila salah seorang di antara mereka diuji dengan kemiskinan, sampai-sampai salah seorang diantara mereka tidak mendapatkan kecuali (tambalan) mantel yang dia himpun. Dan, apabila salah seorang diantara mereka sungguh merasa senang karena cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kamu yang senang karena kemewahan".
(Ditakhrij Ibnu Majah, hadits nomor 4024, Al-Hakim 4/307, di shahihkan Adz-Dzahaby)


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu , ia berkata. "Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam berkata : "Artinya : Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun".
(Isnadnya Hasan, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 2510. Dia menyatakan, ini hadits hasan shahih, Ahmad 2/287, Al-Hakim 1/346, dishahihkan Adz-Dzahaby)


Selagi engkau bertanya :"Mengapa orang mukmin tidak menjadi terbebas karena keutamaannya di sisi Rabb.?".

Dapat kami jawab :"Sebab Rabb kita hendak membersihkan orang Mukmin dari segala maksiat dan dosa-dosanya. Kebaikan-kebaikannya tidak akan tercipta kecuali dengan cara ini. Maka Dia mengujinya sehingga dapat membersihkannya. Inilah yang diterangkan Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam terhadap Ummul ’Ala dan Abdullah bin Mas’ud. Abdullah bin Mas’ud pernah berkata."Aku memasuki tempat Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau sedang demam, lalu aku berkata.’Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau sungguh menderita demam yang sangat keras’.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam berkata."Benar. Sesungguhnya aku demam layaknya dua orang diantara kamu yang sedang demam".

Abdullah bin Mas’ud berkata."Dengan begitu berarti ada dua pahala bagi engkau ?"

Beliau menjawab. "Benar". Kemudian beliau berkata."Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya".
(Ditakhrij Al-Bukhari, 7/149. Muslim 16/127)


Dari Abi Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Shallallahu ’alaihi wa sallam , keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam berkata. "Artinya : Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/148-149, Muslim 16/130)


Sabar menghadapi sakit, menguasai diri karena kekhawatiran dan emosi, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang mukmin dalam perjalanan hidupnya di dunia. Maka dari itu sabar termasuk dari sebagian iman, sama seperti kedudukan kepala bagi badan. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan yang tidak ada artinya tanpa kepala. Maka Umar bin Al-Khaththab Shallallahu ’alaihi wa sallam berkata. "Kehidupan yang paling baik ialah apabila kita mengetahuinya dengan berbekal kesabaran". Maka andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu, tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit. Perhatikanlah riwayat berikut ini.


"Artinya : Dari Atha’ bin Abu Rabbah, dia berkata. "Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku. ’Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni sorga .?. Aku menjawab. ’Ya’. Dia (Ibnu Abbas) berkata. "Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam , seraya berkata.’Sesungguhnya aku sakit ayan dan (auratku) terbuka. Maka berdoalah bagi diriku. Beliau berkata.’Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah sorga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa berdo’a sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu afiat’. Lalu wanita itu berkata. ’Aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi. ’Sesungguhnya (auratku) terbuka. Maka berdo’alah kepada Allah bagi diriku agar (auratku) tidak terbuka’. Maka beliau pun berdoa bagi wanita tersebut"
(Ditakhrij Al-Bukhari 7/150. Muslim 16/131)


Perhatikanlah, ternyata wanita itu memilih untuk bersabar menghadapi penyakitnya dan dia pun masuk sorga. Begitulah yang mestinya engka ketahui, bahwa sabar menghadapi cobaan dunia akan mewariskan sorga. Diantara jenis kesabaran menghadapi cobaan ialah kesabaran wanita muslimah karena diuji kebutaan oleh Rabb-nya. Disini pahalanya jauh lebih besar.


Dari Anas bin Malik, dia berkata."Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam berkata. "Artinya : Sesungguhnya Allah berfirman.’Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kebutaan) pada kedua matanya lalu dia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya itu dengan sorga"
(Ditakhrij Al-Bukhari 7/151 dalamAth-Thibb)


Maka engkau harus mampu menahan diri tatkala sakit dan menyembunyikan cobaan yang menimpamu. Al-Fudhail bin Iyadh pernah mendengar seseorang mengadukan cobaan yang menimpanya. Maka dia berkata kepadanya."Bagaimana mungkin engkau mengadukan yang merahmatimu kepada orang yang tidak memberikan rahmat kepadamu .?"


Sebagian orang Salaf yang shalih berkata :"Barangsiapa yang mengadukan musibah yang menimpanya, seakan-akan dia mengadukan Rabb-nya"


Yang dimaksud mengadukan di sini bukan membeberkan penyakit kepada dokter yang mengobatinya. Tetapi pengaduan itu merupakan gambaran penyesalan dan penderitaan karena mendapat cobaan dari Allah, yang dilontarkan kepada orang yang tidak mampu mengobati, seperti kepada teman atau tetangga.


Orang-orang Salaf yang shalih dari umat kita pernah berkata. "Empat hal termasuk simpanan sorga, yaitu menyembunyikan musibah, menyembunyikan merahasiakan) shadaqah, menyembunyikan kelebihan dan menyembunyikan sakit".


Ukhti Muslimah ! Selanjutnya perhatikan perkataan Ibnu Abdi Rabbah Al-Andalusy : "Asy-Syaibany pernah berkata.’Temanku pernah memberitahukan kepadaku seraya berkata.’Syuraih mendengar tatkala aku mengeluhkan kesedihanku kepada seorang teman. Maka dia memegang tanganku seraya berkata.’Wahai anak saudaraku, janganlah engkau mengeluh kepada selain Allah. Karena orang yang engkau keluhi itu tidak lepas dari kedudukannya sebagai teman atau lawan.


Ukhti Muslimah ! Selanjutnya perhatikan perkataan Ibnu Abdi Rabbah Al-Andalusy : "Asy-Syaibany pernah berkata.’Temanku pernah memberitahukan kepadaku seraya berkata.’Syuraih mendengar tatkala aku mengeluhkan kesedihanku kepada seorang teman. Maka dia memegang tanganku seraya berkata.’Wahai anak saudaraku, janganlah engkau mengeluh kepada selain Allah. Karena orang yang engkau keluhi itu tidak lepas dari kedudukannya sebagai teman atau lawan.


Kalau dia seorang teman, berarti engkau berduka dan tidak bisa memberimu manfaat. Kalau dia seorang lawan, maka dia akan bergembira karena deritamu. Lihatlah salah satu mataku ini,’sambil menunjuk ke arah matanya’, demi Allah, dengan mata ini aku tidak pernah bisa melihat seorangpun, tidak pula teman sejak lima tahun yang lalu. Namun aku tidak pernah memberitahukannya kepada seseorang hingga detik ini. Tidakkah engkau mendengar perkataan seorang hamba yang shalih (Yusuf) :"Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku". Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu. Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yang paling dekat untuk dimintai do’a". [Al-Aqdud-Farid, 2/282]


Abud-Darda’ Radhiyallahu ’anhu berkata. "Apabila Allah telah menetapkan suatu taqdir,maka yang paling dicintai-Nya adalah meridhai taqdir-Nya". [Az-Zuhd, Ibnul Mubarak, hal. 125]


Perbaharuilah imanmu dengan lafazh La ilaha illallah dan carilah pahala di sisi Allah karena cobaan yang menimpamu. Janganlah sekali-kali engkau katakan :"Andaikan saja hal ini tidak terjadi", tatkala menghadapi taqdir Allah. Sesungguhnya tidak ada taufik kecuali dari sisi Allah.


[Disalin dari kitab Al-Khamsuna Wasyiyyah Min Washaya Ar-Rasul Shallallahu ’alaihi wa sallam Lin Nisa, Edisi Indonesia Lima Puluh Wasiat Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam Bagi Wanita, Pengarang Majdi As-Sayyid Ibrahim, Penerjemah Kathur Suhardi, Terbitan Pustaka Al-Kautsar]


Dikirim pada 15 Oktober 2009 di umum


sekarang zulfi misalkan begini ada orang yang bertanya” orang yang menganut islam-kan sebutannya muslim, muslim itu sendiri sudah ada sejak sebelum islam bermula, seperti dalam firman Allah SWT didalam Al-Qur’an yang menyatakan soal muslim :

Dikirim pada 12 Agustus 2009 di umum

Sekarang coba kita perhatikan asal Kata islam berasal, Islam asal kata dari kata bahasa arab yaitu dari salima-yaslamu yang berarti selamat, sejahtera, damai; atau aslama yang berarti tunduk patuh.

Dari kata salima lahir pula kata salaam (selamat sejahtera) salaam atau sallama yang artinya memberi salam atau menyelamatkan. Jd orang yang mengucapkan salam berarti mendoakan orang lain agar selamat.

Islam mengandung jg pengertian: islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (fitrah/suci dan bersih), dan silm (tenang dan damai)

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. (Q.S Al-Imran 3:83).


Jadi di ambi kesimpulan Muslim adalah orang islam atau orang yang berserah diri, tunduk patuh, dan taat kepada Allah SWT., Dari mulai zaman nabi Adam a.s, Nuh a.s, Ibrahim a.s, luth a.s, Musa a.s, sulaiman a.s, Isa a.s dan nabi terakhir Muhammad SAW, mereka :

“(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. (Q.S. Az Zukhruf 43:69).


Al Qur’an menyatakan bahwa mereka orang yang dahulu yang hanya berserah diri/menyerahkan diri kepada Allah SWT. adalah Muslim :

“Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[*], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong. . (Q.S. Al Hajj 22:78)
[*] Maksudnya: dalam kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (Q.S Al Baqarah 2 132)

Dikirim pada 12 Agustus 2009 di umum

Bismillaahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wa barakatuh…

Segala puji dan syukur bagi Allah Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita, Muhammad rasulullah, keluarga dan para sahabat. wa ba’du.


zulfi di sini baru mencoba untuk berdakwah, berdakwah Dan berdakwah untuk saling berbagi ilmu, tugas yang nyata bagi setiap muslim adalah untuk saling memberi peringatan & saling mengisi dalam hal kebenaran, seperti dalam al-qur’an Allah SWT berfirman :

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Adz Dzaariyaat 51:55).

Dan di dalam surat AL ’Ashr (masa).

“Demi masa.
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(Q.S AL ’Ashr 103:1-3)


Dengan sikap tawadhu dan kekurangan ilmu silahkan koreksi jika zulfi ada kesalahan dalam penulisan, arti atau maknanya. Harap di tegur & di beri pemahaman serta di beri jalan untuk menetapi kebenaran.. syukran katsiran..

Dikirim pada 12 Agustus 2009 di artike punya zulfi...

www.youtube.com/watch Tentang Kematian dan Alam Kubur

Dikirim pada 10 Agustus 2009 di "Malam petama di Alam KUBUR" Good 4 u

www.youtube.com/watch Bagian 6

Dikirim pada 10 Agustus 2009 di "Malam petama di Alam KUBUR" Good 4 u

www.youtube.com/watch Bagian 4

Dikirim pada 10 Agustus 2009 di "Malam petama di Alam KUBUR" Good 4 u

www.youtube.com/watch Bagian 5

Dikirim pada 10 Agustus 2009 di "Malam petama di Alam KUBUR" Good 4 u

www.youtube.com/watch Bagian 3

Dikirim pada 10 Agustus 2009 di "Malam petama di Alam KUBUR" Good 4 u

www.youtube.com/watch Bagian 2

Dikirim pada 10 Agustus 2009 di "Malam petama di Alam KUBUR" Good 4 u

www.youtube.com/watch >>> klik saja linkya toton pasti seru.. Insya Allah bermanfaat..."

Dikirim pada 10 Agustus 2009 di "Malam petama di Alam KUBUR" Good 4 u


CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :

1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits

a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya
Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)
”Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82)

b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.

c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.
Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.
Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, kapan tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun didalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah saw menjawab, “Insya Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. (HR Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW. Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.

d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam
Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -istripun ada aturannya.

e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)
Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud. Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perutnya ketika tahu bahwa makanan yang diberikan padanya kurang halal sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi’in meng-khatamkan Qur’an dalam satu kali sholatnya. Atau cerita tentang seorang sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah sholat wajib sendiri kecuali berjamaah di mesjid. Atau seorang sholeh yang menangis karena lupa mengucap doa ketika masuk mesjid. Inilah cerita-cerita teladan yang mampu menggetarkan hati seorang yang sedang meningkatkan keimanannnya.

2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam (ma’rifatullah)
Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.
Renungkan pula rahasia dan mukjizat Qur’an. Salah satu keajaiban Al Qur’an adalah struktur matematis Al Qur’an. Walau wahyu Allah diturunkan bertahap namun ketika seluruh wahyu lengkap maka ditemukan bahwa kata tunggal “hari” disebut sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada satu tahun syamsiyyah (masehi). Kata jamak hari disebut sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Sedang kata Syahrun (bulan) dalam Al Quran disebut sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Kata Saa’ah (jam) disebutkan sebanyak 24 kali sama dengan jumlah jam sehari semalam. Dan semua kata-kata itu tersebar di 114 surat dan 6666 ayat dan ratusan ribu kata yang tersusun indah. Dan masih banyak lagi keajaiban dan mukjizat Al Quran dari sisi pandang lainnya yang membuktikan bahwa itu bukan karya manusia. Masih banyak pula mukjizat lainnya di alam ini yang membuktikan bahwa alam ini memiliki struktur yang sangat sempurna dan tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. Adalah lumrah, bahwa sesuatu yang tidak mungkin diciptakan manusia, pastilah diciptakan sesuatu yang Maha Kuasa, Maha Besar. Inilah yang menambah kecilnya diri kita dan menambah kekaguman dan cinta serta iman kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.

3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas
Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.
a. Amalan Hati
Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.
b. Amalan Lidah
Perbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, melarang kemungkaran.
c. Amalan Anggota Tubuh
Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid (khususnya bagi pria).

SEBAB-SEBAB TURUNNYA KADAR IMAN :

Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :

1. Kebodohan
Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.

2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan
Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah, sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu (kepada Allah), tidak merasa berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong karena tidak merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.
Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu telah diperintahkan Allah, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi (melalaikan) dirinya sendiri. Allah akan mengunci hatinya dari jalan yang lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).
Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat (dzikir) kepada Allah.

3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa
Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap) perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk menyepelekan dosa-dosa besar. Karena itu basmilah dosa-dosa kecil selagi belum tumbuh menjadi dosa besar.

4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah menggabungkan dua jiwa, yakni jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. Perang antar keduanya berlangsung terus hingga si empunya jiwa meninggal dunia. Adalah sungguh merugi orang-orang yang jiwa jahatnya menguasai tubuhnya. Seperti sabda Rasulullah, “..barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”. Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.

Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :

1. Syaitan
Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat Allah maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan, ketidak patuhan terhadap Allah, membujuknya melakukan dosa.

2. Bujukan dan rayuan dunia
Allah SWT berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS, al-Hadiid 57:20).
Tujuan hidup manusia seluruhnya untuk akhirat. Apapun kegiatan dunia yang kita lakukan, seperti mencari nafkah, menonton TV, bertemu teman dan keluarga, seharusnya semua itu ditujukan untuk meraih pahala akhirat. Tidak secuilpun dari kegiatan duniawi boleh dilepaskan dari aturan main yang diperintahkan atau dilarang Allah. Ibnul Qayyim mengibaratkan hati sebagai suatu wadah bagi tujuan hidup manusia (akhirat dan duniawi) dengan kapasitas (daya tampung) tertentu. Ketika tujuan duniawi tumbuh maka ia akan mengurangi porsi tujuan akhirat. Ketika porsi tujuan akhirat bertambah maka porsi tujuan duniawi berkurang. Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah awal dari menurunnya keimanan kita.

3. Pergaulan yang buruk
Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).
Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah, karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran. Teman dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai agama Islam. Berada diantara teman-teman yang sholeh akan membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab. Demikian pula seorang pria bisa merasa bersalah bila ia membicarakan aurat wanita diantara orang-orang sholeh. Sebaliknya berada diantara orang-orang yang tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.

Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Paling tidak kita termasuk orang-orang yang lebih beruntung dibanding orang lain yang belum sempat mengetahui “sebab-sebab naik-turunnya iman” dalam tulisan ini. Mari kita ingatkan teman-teman kita dengan menyebarkan tulisan ini.

Sumber :
1. Sebab-sebab Naik Turunnya Iman, oleh Syaikh Abdur Razzaaq al-Abbaad
2. Asma’ul Husna, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
3. Penawar Hati yang Sakit, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah


http://kebunhidayah.wordpress.com/2009/05/19/sebab-sebab-naik-turunnya-iman-dan-cara-meningkatkan-keimanan/

Dikirim pada 09 Agustus 2009 di umum
Profile

hmmm... Orang yg berusaha mmperbaiki diri.. yg tdk mngkin lepas dari kesalahan & dosa....!!! semoga saja kelak zulfi termasuk orang mukmin yang berhati bersih yg di ridhai Allah Azza Wa Jalla… Aamiin.. Aamiin.. Ya Allah ya rabbal ’alamiin.. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 567.152 kali


connect with ABATASA