0
Dikirim pada 30 Desember 2009 di curhat......

Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.


Segala puji bagi Allah… Segala puji milik Allah…  Tuhan semesta Alam..

Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah..  Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusaNYA..

Hanya kepada Allah kami menyembah… Hanya kepada Allah kami memohon pertolongan… Hanya kepada Allah kami berharap... Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu.. Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan yang sesat..

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Shallawat, sallam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya, Sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in..

Semoga Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah curahkan kepada kami hamba-hamba Allah azza wa jalla sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam sampai hari akhir nanti… Amma Ba’du…


Akhwat yang mengajukan gugatan ta’aruf…. !!!

Disini zulfi maksudnya bukan untuk membahas Al Mujaadillah (wanita yang mengajukan gugatan) yang terdapat dalam Al-Quran surat ke 58, juz ke 28, 22 ayat. Tapi yang zulfi mau bahas soal Ta’aruf makna khusus menuju pernikahan sambungan dari bagian (I), tapi tidak Ada salahnya kita simak dulu.

Al Mujaadillah (wanita yang mengajukan gugatan) Yang mana Awal surat ini ayat 1-4 tentang Khaulah binti Tsalabah radhiallahu ‘anha sang Mujaadillah, Khaulah binti Tsalabah radhiallahu ‘anha mengadu mengajukan gugatan dengan meminta fatwa kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang sikap suaminya Aus bin Shamit yang telah menzhiharnya  yaitu dengan mengatakan “Kamu bagiku seperti punggung ibuku” dengan maksud dia tidak boleh lagi menggauli isterinya, sebagaimana ia tidak boleh menggauli ibunya. Menurut adat Jahiliyah kalimat zhihar seperti itu sudah sama dengan menthalak isteri., Zulfi kopas dari salah satu keterangan sbk:

Khaulah Binti Tsa’labah (Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh)

Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anha yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.

Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, "Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku." Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam. Khaulah berkata, "Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.

Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia duduk di hadapan beliau dan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya dengan suaminya. Keperluannya adalah untuk meminta fatwa dan berdialog dengan nabi tentang urusan tersebut. Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”

Wanita mukminah ini mengulangi perkatannya dan menjelaskan kepada Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam apa yang menimpa dirinya dan anaknya jika dia harus cerai dengan suaminya, namun rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tetap menjawab, "Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya".

Sesudah itu wanita mukminah ini senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan kesedihan dan kesusahan. Pada kedua matanya nampak meneteskan air mata dan semacam ada penyesalan, maka beliau menghadap kepada Yang tiada akan rugi siapapun yang berdoa kepada-Nya. Beliau berdo’a, "Ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diriku".

Alangkah bagusnya seorang wanita mukminah semacam Khaulah, beliau berdiri di hadapan Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan untuk Allah Ta`ala. Ini adalah bukti kejernihan iman dan tauhidnya yang telah dipelajari oleh para sahabat kepada Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Tiada henti-hentinya wanita ini berdo`a sehingga suatu ketika Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu. Kemudian setelah Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sadar kembali, beliau bersabda, "Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan al-Qur`an tentang ditimu dan suamimu kemudian beliau membaca firman-Nya (artinya), "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan [halnya] kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,…sampai firman Allah: "dan bagi oranr-orang kafir ada siksaan yang pedih."(Al-Mujadalah:1-4)

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarat (tebusan) Zhihar:

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: Perintahkan kepadanya (suami Khansa`) untuk memerdekan seorang budak

Khaulah : Ya Rasulullah dia tidak memiliki seorang budak yang bisa dia merdekakan.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: Jika demikian perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut

Khaulah : Demi Allah dia adalah laki-laki yang tidak kuat melakukan shaum.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin

Khaulah : Demi Allah ya Rasulullah dia tidak memilikinya.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: Aku bantu dengan separuhnya

Khaulah : Aku bantu separuhnya yang lain wahai Rasulullah.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: Engkau benar dan baik maka pergilah dan sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaulah dengan anak pamanmu itu secara baik.” Maka Khaulah pun melaksanakannya.

Inilah kisah seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada pemimpin anak Adam ‘alaihi sallam yang mengandung banyak pelajaran di dalamnya dan banyak hal yang menjadikan seorang wanita yang mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dengan bangga dan perasaan mulia dan besar perhatian Islam terhadapnya.

Ummul mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha berkata tentang hal ini, "Segala puji bagi Allah yang Maha luas pendengaran-Nya terhadap semua suara, telah datang seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, dia berbincang-bincang dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sementara aku berada di samping rumah dan tidak mendengar apa yang dia katakan, maka kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat, "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah…" (Al-Mujadalah: 1)

Inilah wanita mukminah yang dididik oleh Islam yang menghentikan Khalifah Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasehat kepadanya. Beliau berkata, "Wahai Umar aku telah mengenalmu sejak namamu dahulu masih Umair (Umar kecil) tatkala engkau berada di pasar Ukazh engkau mengembala kambing dengan tongkatmu, kemudian berlalulah hari demi hari sehingga memiliki nama Amirul Mukminin, maka bertakwalah kepada Allah perihal rakyatmu, ketahuilah barangsiapa yang takut akan siksa Allah maka yang jauh akan menjadi dekat dengannya dan barangsiapa yang takut mati maka dia kan takut kehilangan dan barangsiapa yang yakin akan adanya hisab maka dia takut terhadap Adzab Allah." Beliau katakan hal itu sementara Umar Amirul Mukminin berdiri sambil menundukkan kepalanya dan mendengar perkataannya.

Akan tetapi al-Jarud al-Abdi yang menyertai Umar bin Khaththab tidak tahan mengatakan kepada Khaulah, "Engkau telah berbicara banyak kepada Amirul Mukminin wahai wanita.!" Umar kemudian menegurnya, "Biarkan dia…tahukah kamu siapakah dia? Beliau adalah Khaulah yang Allah mendengarkan perkataannya dari langit yang ketujuh, maka Umar lebih berhak untuk mendengarkan perkataannya. "

Dalam riwayat lain Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka aku akan mengerjakan shalat kemudian kembali mendengarkannya sehingga selesai keperluannya.”
(SUMBER: buku Mengenal Shahabiah Nabi SAW., karya Mahmud Mahdi al-Istanbuly dan Musthafa Abu an-Nashar asy-Syalaby, h.242-246, penerbit AT-TIBYAN)

Subhanallah…!!! Khaulah binti Tsa`labah seorang mukminah yang luar biasa….


Nah yag zulfi bahas disini tentang Akhwat yang mengajukan gugatan terhadap ikhwan soal ta’aruf.
Ada sebuah pertanyaan dari salah satu Akhwat member cybermq..

Akhwat bin fulan:
“kenapa ikhwan mudah sekali mengajukan taaruf kepada akhwat?

Zulfi :
Sekarang gmn mau nikah klo ta’aruf aza tidak mau diproses, ta’aruf harus mudah di ucapkan sebagai tanda ajakan menuju pernikahah, untuk mngetahui seseorang yg diazak ta’aruf seperti ktrngan di ta’aruf bagian (I) dijelaskan tentang ta’aruf. Sekarang ikhwan klo tidak mudah mengajukan ta’aruf di contohkan taaruf sama Akhwat A misalkan, si ikhwan A itu ada Rasa suka terhadap Akhwat A sudah mengenal lama, si ikhwan A itu mau mengajukan taaruf kepada akhwat A tapi susah ngomong tuk mengajukannya , terus keburu sama Ikhwan lain ikhwan B yg kebeneran temen deket yg paling akrab atau misalkan saudara deket si ikhwan A, terus terjadi nikah Ikhwan B Dan Akhwat A, si ikhwan A pasti kecewaya jauh lebih mendalam.. tapi tetep harus bisa nerima kenyataan cuman yaa gitu… mungkin bisa dibayangkan.


Akhwat bin fulan:
tapi,, ga sedikit juga akhwat yg ngerasa kecewa,,??

Zulfi:
gak sedikit akhwat meresa kcwa.. sama zg gk sdkit zg ikhwan kecewa… tpi klo zulfi biasa aza gk bgtu, mau dterima blh gak zg gk papa, nmanya proses mncari yg trbaik untuk mnggapai ridha Allah..

zd kcewa kenpa.. ? namanya Ta’aruf hrus siap diterima & siap ditolak… sekrng zulfi misalkan ngazakin ukhti ta’aruf, dtang kerumah ukhti.. saat itu ta’aruf dimulai.. trs masing2 pihak ukhti dan pihak zulfi brdo’a,bermusyawarah, istikharah.. trnyata ukhti besok-besoknya ukhti ngabarin zulfi menolak mneruskan proses ta’aruf, zulfi gk bisa apa2 itu kptusan pihak ukhti…  atau pihak zulfi menolak ukhti, ukhti gk bs apa2 itu kputusan pihak zulfi.. nah zikalau keduanya brsepakat mo melanjutkan ta’aruf brrti mnuju kepernikahan…

klo gk mau kecewa jgn ta’aruf.. xixixi.. gk bkln kecwa sama yg nmanya ta’aruf.. 

Akhwat bin fulan:
Si akhwat kan pasti bertanya, kalo emang dah punya target ama akhwat A kenapa mengajukan taaruf kepada B????

Zulfi:
si ikhwannya bodoh ngapain bicara gitu bikin masalah aza… klo punya target ama akhwat A shrusnya azakin ta’aruf akhwat A, klo ditolak akhwat A.. pindah ke akhwat B..  knp pndah ke akhwat B karena ditolak Akhwat A.. klo di tolak akhwat B pndah ke C.. dst…

Akhwat bin fulan:
Oia, ada seorang akhwat yg pernah nantang ikhwan untuk datang kerumahnya kalo ikhwan itu seriusan mau taaruf. Tapi ikhwan itu malah bilang gini, "Kira-kira ane bakalan diterima ortu ga? Kalo ngga buat apa ane datang kesana?". Nah tuh, gimana tanggapan akhi terhadap ikhwan itu???

Zulfi :
Ikhwannya pengecut... nmnya usaha mau dptn jodoh ya harus berani datang.. soal di terima & tidaknya ya hrs siap... klo gk siap di tolak jgn taaruf aza.. segala ssuatu ada pengorbanan, jd gmn mau berumah tangga dgn baik.. hal sepele dateng ke rumah Akhwat aza takut ditolak...

Akhwat bin fulan:
"Terus ga sedikit juga kan, ikhwan akhwat yg mengklaim hubungan mereka taaruf tapi sekedar lewat chat, sms atau telpon, tanpa ada perantara. Dan biasanya saling sharing ataupun curhat masalah keluarga dgn alasan agar masing2 pihak bisa mengetahui kondisi/keadaan yg sebenarnya gimana akh? Ahsan ga?

Zulfi :
“sharing Atau curhat selama ke 2 belah pihaknya ridha tdk ada masalah.. mau lewat chat,sms, telpon... asal jaga hijab.. berbicara yg benar.. untuk via telpon klo bukan urusan yg urgent seharusnya tdk boleh.. klo urusan penting boleh2 aza asal jaga hijab.. berbicara yg benar..
tpi zulfi sarankan klo blm taaruf di mulai yaitu pihak ikhwan Dtng kerumah akhwat zgn byk sharing Atau curhat via telpon mndingan via chat atau sms...
adapun orang hubungan mereka taaruf tapi sekedar lewat chat, sms atau telpon itu  syah jikalau msalkan jaraknya jauh (luar negeri/provinsi yg jauh) - tpi hrus prsetujuan kedua belah pihak sebagai pengikat tanda akan dimulai prosesnya, Dan tetap hrus bertemu ke 2 blh pihak bbrp hari sesudah syah taaruf itu... tpi klo jaraknya itungan jam boleh sharing N curhat bentar trs mlkukan perjanjian tuk brtemu spya mengetahui kondisi/keadaan yg sebenarnya, selanjutnya setelah taaruf boleh sharing Atau curhat masalah terkait asal jaga hijab.. berbicara yg benar.. Dan lebih baik sharingnya sama ustadznya Atau ortunya, saudaranya, kakaknya, adiknya, pamanya,dll.  nanyain gmn kondisi masing2 pihak...
-beres.. [beberapa tulisan diedit untuk mnjelaskan makna]-

Misalkan Ada pertanyaan berikut:

Pertanyaan:
Apakah saat Pihak ikhwan hari ini melakukan proses awal Ta’aruf dengan datang bersilaturahmi kepada pihak akhwat terus di dalamnya belum jelas Atau belum puas mereka saling bertanya Dan saling menjawab, Apa yang Harus di lakukan?

Jawaban:
Kalau keduanya Ataupun salah satu pihak belum jelas Atau belum puas mereka saling bertanya Dan saling menjawab yang di lakukan proses awal Ta’aruf dengan datang Pihak ikhwan hari itu bersilaturahmi kepada pihak akhwat,  berarti bisa mereka saling bertanya Dan saling menjawab besoknya dan beberapa waktu kedepan sampai salah satu pihak Atau keduanya memutuskan berakhir Atau lanjut kepernikhahan.

Bukan berarti hari pertama Pihak ikhwan melakukan proses awal Ta’aruf dengan datang bersilaturahmi kepada pihak akhwat disana mereka saling bertanya Dan saling menjawab harus final atau beres hari itu juga mereka saling bertanya Dan saling menjawab, besok harinya atau dan beberapa waktu kedepan boleh terus mereka saling bertanya Dan saling menjawab baik via telpon, sms, atau chat selama ke 2 belah pihaknya ridha terus asal jaga hijab.. berbicara yg benar.. Dan bagusnnya Tanyain Orang tua, paman saudara, temen, dan lain-lainya untuk info data masing-masing pihak untuk bisa saling menilai, disegerakan untuk menilai masing-masing, disegerakan proses untuk menuju pernikahan jadi tidaknya, di segerakan banyak berpikir, berdo’a, beribadah, istikharah Dan lain-lainya.

Dalam menilai kita harus balance, gimana tanggapan Akhwat terhadap ikhwan , gimana tanggapan keluarga akhwat terhadap ikhwan, gimana tanggapan Akhwat setelah dapat keterangan dari Orang tua, paman, saudara, temen, dan lain-lainya terhadap ikhwan.. setelah itu baru menilai setelah bisa menilai terus banyak berpikir, berdo’a, beribadah, istikharah Dan lain-lainya. Baru ambil keputusan. jadi tidaknya berlanjut ke pernikahan atau berakhir.

Untuk ikhwan begitu pula sebaliknya dari keterangan Dalam menilai kita harus balance.


Ada sebuah situ Akhwat yang mengajukan gugatan tentang ta’aruf zulfi coba di bahas sebisa zulfi, sebijak mungkin, senetral mungkin… yu simakkk….


judul asli : Antara Saya, Cinta, dan Pria (Semua Atas Nama Cinta)

diambil dari catatan ummu faruq ashaira
sumber :http://www.facebook.com/home.php?#/notes/ummu-faruq-ashaira/antara-saya-cinta-dan-pria-semua-atas-nama-cinta/217322314971

-Quote-
[Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tetapi itulah fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi.

Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. Namun, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) namun suka karena diperhatikan "lebih".

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta?aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.]

[Zulfi katakan]
(Disini mungkin kejadiannya seorang akhwat yang kecewa terhadap ta’aruf yang di tolak ikhwan Atau di biarkan menjamur(menunggu lama) dibiarkan menggantung oleh oknum ikhwan, tapi kenapa menerima untuk jadi menjamur padahal kalau udah ngerasa tidak cocok dengan banyak berpikir, berdo’a, beribadah, istikharah Dan lain-lainya putusin saja ikatan ta’arufnya, Akhwat ini yang mana tidak begitu paham Apa itu ta’aruf  sehingga Akhwat ini berfikir setiap ta’aruf harus berakhir dengan pernikahan kalau mau penjelasan tentang ta’aruf baca Ta’aruf bagian (I).)

-Quote-
[Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label: ta?aruf.]

[Zulfi katakan]
(Disini jelas kata-kata ketidak Tauan makna ta’aruf, Klo Ada oknum ikhwan yang SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label ta’aruf itu oknum ikhwan yang bodoh Agamanya Tidak tau apa itu etika tidak tahu Apa itu Ta’aruf  yang syar’I, lagian akhwatnya harus berpikir harus tau tentang Agama  kalau ikhwan melancarkan kedustaan Atas nama ta’aruf dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta saat Awal-awal biarin saja jangan di Anggap, bagusnya Marahin saja)

-Quote-
[Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu! Ada beda persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus. Beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan"


Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu


Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah! Antum memang bukan Mush?ab. Antum juga tak sekualitas Yusuf as. Tetapi antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah. Segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa]

[Zulfi katakan]
(Disini jelas kata-kata ketidaktahuan makna ta’aruf mana Ada Ta’aruf duduk berdu’aan, berpandangan terus, memuji, mendatangi ikhwan, kalau mau menjaga diri lebih baik banyak diem dirumah, keluar kalau ada keperluan tidak boleh besalaman, bersentuhan dgn ikhwan, tidak boleh safar tanpa mahram, tidak boleh ikhtilat(bercampur) berduaan atau bercampur banyakan dengan ikhwan bukan mahram dimanapun berada, tidak boleh berboncengan dengan ikhwan bukan mahram banyak dalil-dalil tentang semua itu kalau di bahas dalilnya bisa panjang lebar)

-Quote-
[bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...

bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut...
bagaiaman mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng berhadiah...]
dengan perkataan...
"coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe.. ?!!!!!!!? ??"
[Zulfi katakan]
(Disini jelas kata-kata ketidaktahuan makna ta’aruf baca Ta’aruf bagian (I), banyak ikhwan atau akhwat Ta’aruf dari coba-coba tanpa melanggar aturan yang syar’I bisa jd nikah karena saat proses t’aruf di mulai ternyata Agama ikhwan Atau Akhwatnya cukup bagus atau bahkan bagus, tapi Alangkah indahnya di niatkan dari Awal karena Allah itu lebih baik)

-Quote-
[TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!
TAARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!

sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...
saya bukan siapa-siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini....

tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!
akhibatnya... taaruf tiada bedanya dengan pacaran...
lalu... taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut Islami..." ??

jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)
"sayang...ketemuan yuk..."

jika taaruf...
"ukhty...sholat tahajud dulu... ?"

jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan
"sayang...aku cinta kamu..."

taaruf ...??
"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah... ?"

sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...
telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...
chatting..
YANG DIBICARAKAN... ? hmm..tidak jauh beda...!!!
-sampai dengan-
sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...
sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...
sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu... mulai berharap padamu...

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu!

[Zulfi katakan]
(Disini jelas kata-kata ketidaktahuan makna ta’aruf jelas beda Ta’aruf sama PACARAN.. baca Ta’aruf bagian (I), jelas kalau PACARAN maksiatnya, zulfi pernah di SMS sama Akhwat saat waktu tahajud soal tahajud biasa saja menganggapnya, mungkin saja Akhwat itu karena Allah ngeSMS zulfi, ngapain nge SMS tiap jam terus menerus sepajang hari??? Kalau tidak ada sesuatu yang penting Dan berguna, -zulfi ulang-  kalau ikhwan melancarkan kedustaan Atas nama ta’aruf dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta saat Awal-awal biarin saja jangan di Anggap, bagusnya Marahin saja kalau mau menjaga diri lebih baik banyak diem dirumah, keluar kalau ada keperluan tidak boleh besalaman, bersentuhan dgn ikhwan, tidak boleh safar tanpa mahram, tidak boleh ikhtilat(bercampur) berduaan atau bercampur banyakan dengan ikhwan bukan mahram dimanapun berada, tidak boleh berboncengan dengan ikhwan bukan mahram).

-Quote-
[ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....
jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu...
bersembunyi dibalik HPmu...
bersembunyi dalam kata-katamu... ??

kita sudah lelah dengan semua itu...
sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE...
yang hanya berani di dunia maya...
yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....

jika engkau memang sungguh serius...
DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....
kami wanita yang ingin menjaga diri...
kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....
kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....
DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!]


[Zulfi katakan]
(Disini jelas kata-kata ketidaktahuan makna ta’aruf ..hehee.. mana Ada ta’aruf terus selamanya bersembunyi dibalik internet & dibalik HP.. mau jelas baca Ta’aruf bagian (I) spy tau, sama Ada pertanyaan soal SMS, chating di atas)

-Quote-
[PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....
DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!!!]

[Zulfi katakan]
(setujuuuu… dari mulai ta’aruf harus syar’I terus saat pernikahan harus yang syar’I, yang syar’I yaitu tidak ada acara tukar cincin, mahar sederhana, walimah sederhana, walimah jgn ada musik, berpakaian islami, tdk upacara adat, pakai hijab tdk blh bercampur antara ikhwan Dan akhwat, Dll. Terus kehidupan setelah pernikahan harus syar’I)


-Quote-
kata-kata di bawah ini copas dari...http://fsialbiruni.multiply.com/journal/item/6
dari milis group "saudaraku, perasaanku bukan kelinci percobaan"

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….



ATAS NAMA TAARUF...

MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..." mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."
maka...
wanita akan menjawab..

suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...
akan kami layani kebutuhannya....
akan kami tunggu kehadirannya...
akan kami berikan jiwa kami...raga kami....
bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam rangka taaruf...??

suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung kami...
bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya sebatas tukaran biodata..??
 
mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...
ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....
bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata..."baik saya setuju...taarufan..."

ya akhi....saudaraku...para ikhwan....
JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!
KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!]

[Zulfi katakan]
(ikhwan Dan Akhwat harus selektif  dalam memilih jodoh bahkan harus cerewet yaitu cerewet atau selektif dalam urusan Agama, tidak ada salahnya ikhwan Dan Akhwat menerima ta’aruf seseorang gimana kita tau seseorang lebih jauh tanpa Ta’aruf, jadi baca Ta’aruf bagian (I) supaya jelas liat nampak wujud, biodata yg otentik, untuk foto jgn tukeran jg ada sebagian ulama yg mengharamkan supaya jelas baca Ta’aruf bagian (I), berbicara Cinta??? apakah kita tau Apa itu cinta??? Kadang zulfi Dan antum enak berkata-kata cinta.. tapi kadang tak ada makna, karena kadang kata-kata cinta yang kelar dari mulut kita cinta yang sia-sia..bagai mana inta yang utama baca cinta.. cinta.. cinta.. di blog zulfi)
-Beres-


Akhwat yang mengajukan gugatan ta’aruf… 
Tatkala seorang Akhwat susah mencari jodoh atau saat di Tolak ikhwan…

Tatkala Akhwat di tolak ikhwan, buang jauh-jauh rasa kecewa,  harus siap menerima dengan keikhlasan, kesabaran, qana’ah, beriman dengan qadha Dan Qadharnya Allah..

Ikhwan yang mengajukan gugatan ta’aruf…
Tatkala seorang Ikhwan susah mencari jodoh atau saat di Tolak Akhwat …

Tatkala Ikhwan di tolak Akhwat, buang jauh-jauh rasa kecewa,  harus siap menerima dengan keikhlasan, kesabaran, qana’ah Dan beriman dengan qadha Dan Qadharnya Allah..


Kedua fenomena itu banyak terjadi Dan akan selalu terjadi, kita harus bijak menanggapi, kita harus cari ilmu yang mesti dipelajari.

Yang celaka Adalah hamba penampilan, hamba bangsawan, hamba dinar …
Yang selamat Adalah hamba Allah yang mengutamakan Tauhid Dalam hidupnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik."
Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Qs. Al Anaam 161-162)

Orang yang menanamkan sungguh-sungung makna dua Ayat itu pasti dalam dirinya tertanam keikhlasan, kesabaran, qana’ah Dan beriman dengan qadha Dan Qadharnya Allah..  sehingga Rasa kecewa yang sudah menjadi tabiat manusia bisa di tekan semaksimal mungkin bahkan  bisa di buang jauh-jauh rasa kecewa itu.

Khaulah binti Tsalabah Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh, beliau begitu besar perhatiannya terhadap islam sehingga setiap sesuatu tindakannya harus sesuai syari’at, wanita mukminah ini Tiada henti-hentinya ia berdo`a menghadap kepada Yang tiada akan rugi siapapun yang berdoa kepada-Nya. Beliau berdo’a, "Ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diriku". Bahkan seorang Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khaththab pun tertunduk Akan wejangan dan nasehatnya.

Jadi Ambilah pelajaran dari beliau setiap sesuatu tindakannya harus sesuai syari’at terus setiap sesuatu berdo`a menghadap kepada Yang tiada akan rugi siapapun yang berdoa kepada-Nya.


Alhamdulillah.. Subhanallah beres, kurang lebihnnya Zulfi minta maaf, zulfi hanya mencoba menyampaikan yang haq, dengan segala segala keterbatasaan waktu,ilmu, Dan kondisi lainnya. Yang benarnya hanya Dari Allah Azza wa jalla.

 Subhanakallahumma wa bihamdika, Asyhadu alla ilaha illa anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 



Dikirim pada 30 Desember 2009 di curhat......
comments powered by Disqus
Profile

hmmm... Orang yg berusaha mmperbaiki diri.. yg tdk mngkin lepas dari kesalahan & dosa....!!! semoga saja kelak zulfi termasuk orang mukmin yang berhati bersih yg di ridhai Allah Azza Wa Jalla… Aamiin.. Aamiin.. Ya Allah ya rabbal ’alamiin.. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 747.524 kali


connect with ABATASA