0
Dikirim pada 24 Desember 2009 di curhat......

Cinta Yang Sia-Sia … Dan Cinta Yang Utama …


Berbicara Cinta selalu seru untuk dibahas, sampai-sampai kita terbuai dengan kata-kata Cinta… yang kadang menjerumuskan kepada kenistaan bahkan kesyirikan… Astaghfirullah…!!!

Cinta termasuk kata yang paling banyak dibicarakan, Namun kebanyakan dari mereka membicarakan Cinta yang sia-sia Dan mengaplikasikannya dengan cara yang nista penuh maksiat dan kesyirikan…

Dengan cinta..  seseorang yang kaya raya bisa jatuh miskin..
Dengan cinta..  seseorang yang miskin bisa kaya Raya..
Dengan cinta..  seseorang yang sehat bisa sakit..
Dengan cinta..  seseorang yang sakit bisa sehat..
Dengan cinta..  seseorang yang kurus bisa gemuk..
Dengan cinta..  seseorang yang gemuk bisa kurus..
Dengan cinta..  seseorang yang bengis bisa lembut..
Dengan cinta..  seseorang yang lembut bisa bengis..
Dan lain-lainnya.. Terlalu banyak kalau diterusin ditulisin…


Dengan Cinta seseorang yang kaya raya bisa jatuh miskin, ada Cinta Yang Sia-Sia Dan Cinta Yang Utama yaitu :

1. Cinta Yang Sia-Sia bisa di contohkan dengan Cinta seseorang di amerika berjudi lalu kalah terus. dia itu saat kaya harta tapi miskin hati, saat miskin harta hatinya tetap miskin.

2. Cinta Yang Utama bisa di contohkan dengan Khadijah Radhiyallahu �anha saudagar yang kaya raya, karena mencintai Allahazza wa jalla Dan Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam Hartanya Terkuras habis untuk disedekahkan Dan membatu Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam dalam berdakwah menegakan kalimat Tauhid
“Laa ilaaha illallah” beliau itu saat kaya harta tetap kaya hati, saat miskin harta hatinya jauh lebih kaya.


Dengan cinta seseorang yang miskin bisa kaya Raya, ada Cinta Yang Sia-Sia Dan Cinta Yang Utama yaitu:

1. Cinta Yang Sia-Sia bisa di contohkan seorang ustadz,dai atau ulama miskin yang cinta harta yang terpeleset dalam pemahaman ajaran islam sehingga menjadi Dukun atau para normal yang menjual susuk, pelet, penglaris,pengobatan yang mana mereka memakai bacaan Al-Quran yang ditambahkan dengan bacaan-bacaan yang syirik Dan bantuan media jin yang menyesatkan. Mereka saat miskin harta hatinya miskin, saat kaya harta tapi semakin miskin hati Dan semakin jauh kesesatannya.

2. Cinta Yang Utama bisa di contohkan seseorang hamba Allah yang miskin harta tapi cinta Allah, setiap saat beliau paling banyak berdzikir, paling taqwa, paling takut sama Allah, paling gigih dalam berjuang, paling di percaya, paling banyak di puji, paling banyak sedekah setiap ada orang yang meminta apa yang ia punya pasti di beri. saat miskin harta hatinya sangat kaya, saat kaya harta beliau habiskan untuk disedekahkan Dan dalam berdakwah menegakan kalimat Tauhid “Laa ilaaha illallah” hatinya pun sangat jauh lebih kaya.


Adapun Dengan Cinta seseorang yang sehat bisa sakit.. Dengan cinta seseorang yang sakit bisa sehat.. Satu sisi saja zulfi ambil contoh zulfi tuliskan yaitu Cinta Yang Sia-Sia saja cinta maksiat terus tatkala mau meninggal berubah jadi cinta syirik, dengan contoh cerita oleh Ibnu Al-Qayyim dalam kitabnya Al-Jawab Al-Kafi halaman 191. 

“seorang homosexual. Diceritakan ada seorang laki-laki yang jatuh hati kepada seorang pemuda tampan bernama Aslam. Cinta di hatinya begitu mendalam kepada Aslam. Akan tetapi, anak muda tersebut tidak mau dan menjauh darinya sehingga menyebabkan laki-laki itu terbaring sakit dan tidak dapat bangkit. Orang-orang yang kasihan melihat diri laki-laki itu mencoba mendatangkan anak muda itu, dan dibuatlah perjanjian supaya dia menengok laki-laki itu. Mendengar berita itu, laki-laki yang sedang kasmaran tersebut merasa sangat senang dan mendadak hilang kegelisahan dan kesedihannya (sehat). Manakala dia dalam kegembiraan menanti anak muda tersebut datanglah orang lain yang mengabarkan bahwa anak muda tadi sebenarnya sudah sampai di tengah jalan tetapi kembali, tidak meneruskan perjalanannya dan tidak mau memperlihatkan dirinya kepada laki-laki itu. Ketika mendengar berita tersebut, mendadak kambuh sakitnya hingga tampak darinya tanda-tanda sakaratul maut. Kemudan dia bersyair:
 
Wahai Aslam sang penyejuk hati…
Wahai Aslam sang penyembuh sakit…
Keridhaanmu lebih aku sukai pada diriku Daripada rahmat Sang Pencipta Yang Mahamulia..

Dikatakan kepadanya, “Takulah kamu dengan kata-kata itu!” Laki-laki itu menjawab, “Itu kenyataannya”. Maka akhirnya matilah dia dalam keadaan kafir kepada Allah.

Naudzubillahi mi dzalik… hhiiii… hhiiiii… mati dalam kesyirikan… Astaghfirullah…!!!

Dan seterusnya  “Dengan cinta.. ta.. ta…taa… taaaaa….



C… I… N… T… A…. 5 huruf saja tapi bisa berjuta juta lebih arti… bisa berjuta-juta lebih cerita… sudah sifat dasar manusia kecintaan pada apa itu wanita, pria, orang tua, Anak-anaknya, saudaranya, Hartanya, rumahnya, kendaraanya, binatang peliharaannya, binatang ternaknya rumah, dan berbagai jenis kenikmatan cinta duniawi  lainnya.


Kecintaan Terhadap Wanita…

Makhluk yang luar biasa ini adalah tempat favorit dari golongan jin kafir yaitu setan Dan iblis yang terlaknat … makhluk yang satu ini sungguh menggeparkan dunia… huehehehe… ketawa dikit serius terus…!!! menggemparkan kehidupan Akhirat dengan penuhnya neraka oleh wanita.. menggemparkan kehidupan Akhirat dengan bidadari surga… sampai sampai Allah mengurutkan wanita dalam hal kecintaan kesenangan duniawi adalah urutan pertama yang menjadi tabiat manusia. Allah firmankan dalam salah satu Ayat Al-Qur’an.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Telah ber firman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
(Qs. Ali �Imran 14)

Cinta wanita… Cinta wanita… Cinta wanita… negara porak-poranda, pikiran kacau balau.. hati hancur lembur, seorang Rahib yang rajin ibadah puluhan tahun Ternoda dengan kecintaan wanita itu, terus zina terhadap wanita itu lalu membunuh wanita itu Rahib tersebut lalu mati dalam su’ul khatimah, menyedihkan… bahkan banyak Orang-orang shalih terbunuh akibat wanita, yang lebih dahsyat lagi para nabi Dan Rasul juga terbunuh atas suruhan wanita karena kecintaan terhadap wanita yang dicintainnya.. Astaghfirullah…!!!

Walahh.. walahhh… duenjer… duenjer… duenjerrrr….   A’udzubillahi minasy syaithaanir rajiim….

“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau. Dan sesungguhnya Allah menjadikan kamu sekalian khalifah di dunia, lalu Allah mengawasi bagaimana kamu berbuat. Maka jagalah dirimu tentang dunia dan jagalah dirimu tentang wanita. Maka sesungguhnya bencana/ fitnah Bani Israil adalah dalam hal wanita." (HR. shahih Muslim).

“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Wanita itu menghadap ke muka dalam bentuk syetan, dan ke belakang dalam bentuk syetan (pula)." (HR. shahih Muslim).

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:"Aku tidak meninggalkan fitnah/ bencana yang lebih berbahaya atas kaum lelaki (selain bahaya fitnah) dari perempuan." (HR. shahih Muslim).

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda "Wanita itu adalah aurat, maka apabila ia keluar, diincar oleh syetan.” (HR. Shahih Sunan Tirmidzi dan Thabrani).

“Mujahid rahimahullah berkata: Ketika perempuan menghadap ke depan (datang) maka setan duduk di atas kepalanya lalu menghiasinya untuk orang yang melihatnya, dan ketika perempuan itu menghadap ke belakang (pergi) setan duduk di atas bagian belakangnya lalu ia memperindahnya untuk orang yang melihatnya. (Al-Qurthubi, Al-Jami� li Ahkaamil Quran juz 12/ 227).

“Sa�id bin Al-Musayyib rahimahullah berkata, “Jika setan putus asa mengenai sesuatu maka ia kemudian pasti mendatangi sesuatu itu dari arah perempuan. Sa�id pun berkata lagi, “Tidak ada sesuatu yang lebih aku takuti di sisiku kecuali perempuan.” (Siyaru �a�laamin Nubalaa� Juz 4/ 237).


Kecintaan terhadap Wanita dicontohkan dengan Cinta Yang Sia-Sia Kaum Tsamud membunuh Nabi Shalih ’alaihis salam.

Ibnu Jarir dan lain-lain dari ulama salaf (generasi Sahabat, Tabi�in, dan Tabi�ut Tabi�in) menyebutkan bahwa dua wanita dari kaum Tsamud, salah satunya Shoduq putri Al-Mahya bin Zuhair bin Al-Mukhtar, dia adalah bangsawan dan kaya. Sedang ia di bawah suami yang telah muslim, lalu wanita ini menceraikan suaminya itu. Lalu wanita ini mengundang anak pamannya yang disebut Mashro� bin Mahraj bin Al-Mahya, dan wanita ini menyodorkan dirinya pada lelaki anak pamannya itu bila ia berani membunuh unta Nabi Shalih ’alaihis salam.

Wanita lainnya adalah Anbarah binti Ghanim bin Majlaz dijuluki Ummu �Utsman. Dia ini tua dan kafir, punya anak 4 wanita dari suaminya, Dzu�ab bin Amru, salah satu kepala kaum. Lalu si perempuan tua ini menyodorkan ke-4 putrinya kepada Qadar ibn Salif bila ia berani membunuh unta, maka ia akan kebagian putrinya mana saja yang ia ingini. Lalu 2 pemuda (Mashro� dan Qadar) bersegera untuk membunuh unta itu, dan berusaha mencari teman di dalam kaumnya. Maka 7 orang lainnya merespon ajakannya itu, jadi jumlahnya 9 orang. Mereka inilah yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.” (Qs An Naml 48)

Dan mereka berusaha pada sisa kabilah itu dan mempropagandakan untuk membunuh unta, lalu mereka menyambutnya dan sepakat untuk membunuh unta itu. Lalu mereka berangkat mengintai unta. Ketika unta itu muncul dari kawanan yang mendatangi air, lalu Mashro� bersembunyi untuk menyergapnya, lantas melemparkan panah padanya dan menancaplah di tulang kaki unta. Dan datanglah wanita-wanita membujuk kabilah itu untuk membunuh unta, sedang wanita-wanita itu membuka wajah-wajahnya (dari kerudungnya) untuk menyemangati kabilahnya. Lalu Qadar bin Salif mendahului mereka mengeraskan (hantaman) pedangnya atas onta itu maka putuslah urat di atas tumitnya, lalu jatuh tersungkurlah onta itu ke bumi. (Tafsir At-Thabari juz 12 / 531-534, Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir juz 1/ 127, Al-Kamil fit Taariekh Ibnul Atsier juz 1/ 51-52).

Wanita yang menyemangati Mashro� adalah isteri pemimpin, sedang yang menyemangati Qadar adalah isteri pejabat juga. Adapun Qadar bin Salif sendiri termasuk pemimpin, jadi mereka itu orang elit semua.

Perempuan pertama telah menyodorkan dirinya kepada Mashro�, sedang perempuan kedua menyodorkan puteri-puterinya kepada Qadar. Dan perempuan-perempuan kabilah itu telah keluar dengan membujuk orang-orang agar membunuh unta dengan cara membuka wajah-wajah mereka. Sungguh telah terjadi fitnah wanita itu sebagai jalan masuknya Iblis kepada para pembesar, dan Iblis bersandar bersama mereka untuk membunuh unta yang menjadi ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang disampaikan kepada nabi-Nya, Shalih ’alaihis salam.


Kecintaan terhadap Wanita satu contoh lagi, dicontohkan dengan Cinta Yang Sia-Sia yang mana Kepala Nabi Yahya ’alaihis salam Dipenggal untuk wanita Pelacur.

Hal itu dikatakan kepada Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu oleh Asma� binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha di suatu tempat di Masjidil Haram. Demikian itu ketika Ibnu Zubair radhiyallahu ‘anhu disalib, lalu Ibnu Umar menoleh ke Asma� seraya berkata: "Jasad (anakmu) ini sebenarnya bukan apa-apa, sedang yang di sisi Allah adalah arwahnya. Maka bertaqwalah kamu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bersabarlah."

Lalu Asma� menjawab, "Apa yang menghalangiku (untuk bersabar), sedangkan kepala Yahya bin Zakaria ’alaihis salam (saja) sungguh telah dihadiahkan kepada seorang Wanita pelacur dari bani Israel." (Siyaru A�laamin Nublaa� juz 2/ 294, Al-Muhalla juz 2/22, �Audul Hijaab juz 2/195, dan orang-orangnya terpercaya, khabar itu tetap untuk kisah., Al-Muwajahah hal 80).

Kenyataan dari kisah ini adalah Asma� radhiyallahu ‘anha menyebutkan dibunuhnya Yahya ’alaihis salam itu karena (permintaan) pelacur. Di sini kita lihat puncak kekuasaan iblis atas orang-orang elit dengan dorongan syahwat seks di mana sampai membunuh seorang nabi Allah yaitu Yahya bin Zakaria ’alaihis salam. Walaupun berbeda-beda kitab-kitab tarikh dalam rincian peristiwa itu hanya saja intinya adalah; Seorang raja masa itu di Damskus ada yang menginginkan kawin dengan sebagian mahramnya atau wanita yang tidak halal baginya untuk dikawini. Lalu Nabi Yahya ’alaihis salam mencegahnya, sedangkan wanita itu menginginkan raja itu, maka ada suatu (ganjalan) yang menetap di dalam jiwa wanita dan raja itu terhadap Nabi Yahya ’alaihis salam. Maka ketika antara wanita dan raja itu terjadi percintaan, wanita itu minta agar diberi darah Yahya, lalu raja akan memberikan padanya. Maka raja mengutus orang untuk mendatangi Nabi Yahya ’alaihis salam dan membunuhnya, dan membawakan kepala Yahya kepada wanita itu!!! (Lihat Tarikh At-Thabari j 1/ 586-592, Al-kamil Ibnu Atsir j 1/ 171, Al-Bidayah wan Nihayah j 1/49).

itulah  contoh pria Yang dimabuk cinta karena kecintaan terhadap Wanita, mereka Cinta yang terlaknat yang tidak menahan diri dari nafsu Dan kekuasaan, Karena kecintaan Terhadap Wanita. jangankan orang biasa yang terbunuh seorang Nabipun karena wanita bisa terbunuh sungguh dahsyat kecintaan terhadap wanita. Mereka membunuh Nabi-nabi. Nabi-nabi Allah itu penyulut hidayah dan pemegang bendera kebenaran dan Tauhid., fenomena sekarang pembunuhan terjadi Adalah pembunuhan karakter pembunuhan hadist-hadist, banyak sekali kecintaan terhadap wanita sampai membunuh, mengingkari dalil-dalil dalam Al-Qur’an Dan Al-Hadist. iblis terlaknat itu pembawa bendera neraka dan panji-panji kekafiran serta syirik senang melihat keadaan sekarang.

Hukz.. hukz.. Cinta wanita… Cinta wanita… Cinta wanita… harus Hati-hati…. Jaga hati, jaga pikiran, jaga lisan, jaga pandangan, jaga tangan ,jaga kemaluan dari zina. Sebab kecintaan kepada wanita tempatnya fitnah… bedakan yaaa.. kalau kecintaan kepada istri karena Allah itu luar biasa… jadi buruan nikah.. supaya terbentengi dari fitnah iblis Dan setan…


Kecintaan terhadap Pria…

Di contohkan dengan kisah Isteri dari Al-Aziz (sebutan untuk raja di mesir) yaitu Zulaikha Wanita yang Sangat cantik.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:
"Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata." (Qs. Yusuf  30).

Alur kisah  Kecintaan terhadap Pria yang dicintai Isteri dari Al-Aziz tercantum berdasarkan Dalam keterangan:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggali di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "marilah ke sini," Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tidak akan beruntung.
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya[*]. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
“Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"
“Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.
"Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.
“Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: “sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu (wanita) adalah besar.
“(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini[**], dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.(Qs. Yusuf 23-29  ).
[*]. Ayat ini tidaklah menunjukkan bahwa Nabi Yusuf a.s. punya keinginan yang buruk terhadap wanita itu
[**]. Maksudnya: rahasiakanlah peristiwa ini.


Godaan Wanita yang Sangat cantik yaitu Zulaikha Isteri dari Al-Aziz itu demikian besarnya sehingga andaikata Nabi Yusuf ’alaihis salam tidak dikuatkan dengan Kecintaan Yang Utama yaitu Kecintaan keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentu dia jatuh ke dalam kemaksiatan.

Sesungguhnya kisah Nabi Yusuf ’alaihis salam adalah contoh yang besar salah satu Cinta Yang Utama yang menjelaskan Kecintaan Yang Utama yaitu Kecintaan keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang bisa membentengi bisikan iblis atas Godaan Wanita kalangan penguasa , dan iblis menguasai mereka dari segi syahwat seks. 

Seperti Realita sekarang kecintan kepada pria banyak istri-istri yang selingkuh mengutamakan nafsu diatas segalannya, baik nafsu harta, nafsu jabatan nafsu syahwat yang berlebihan. Terjadilah saling bunuh-membunuh.


Kecintaan Terhadap Harta…

Kecintaan Terhadap Harta berbahaya.  kecintaan Harta adalah merupakan salah satu sasaran paling utama cinta dari kebanyakan manusia. orang yang kaya raya Sampai orang orang biasa Sangatlah banyak cinta harta, mereka bemegah megahan dengan keadaan mereka, dalam salah satu surat pendek ke 102 cuman 8 ayat juz ke 30 Allah memperingati sampai 3 kali… . “ JANGANLAH BEGITU ”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Telah ber firman:
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
“Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
“JANGANLAH BEGITU, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
“Dan JANGANLAH BEGITU, kelak kamu akan mengetahui.
“JANGANLAH BEGITU, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
“Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan �ainul yaqin[*].
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (Qs. At Takaatsur 1-8)
[*]. �Ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat.

Bermegah-megahan ialah orang yang selalu mencari nikmat dunia semata dengan harta dengan terus berzina, berjudi, bermabuk-mabukan, berhura-hura, berpesta poya, boros, menghamburkan. Dan Lain-lainya. Baik itu orang yang kaya raya Sampai orang orang biasa.. . “ JANGANLAH BEGITU ”….!

Begitu banyak orang tertipu Dengan kecintaan terhadap Harta

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
“Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
“Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta[*].
(Qs. Al ´Aadiyaat 6-8)
[*]. ahli tafsir menerangkan bahwa maksud ayat ini ialah: manusia itu sangat kuat cintanya kepada harta sehingga ia menjadi bakhil.

Memang nyata apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala  firmankan diatas kebanyakan, orang disekitar kita di butakan Kecintaan Terhadap Harta. Sungguh ironis renungkanlah dalam hatimu.

Kecintaan Terhadap Harta membuat orang lupa kewajiban, dipikirannya uang.. uang.. Dan uang. Mereka jarang mengsyukuri nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan, Kebanyakan manusia telah berbuat syirik dengan menyaksikan (sendiri) keingkarannya dengan me-Nuhan-kan sesembahan terhadap Uang, menurut mereka uang Adalah segalanya, Uang Adalah penjamin hidup, kesehatan, keamanan, kebahagiaan, kesejahteraan, kekuasaan, kesenangan.

Mereka kaum Materialis sangat ingkar Tidak mensyukuri nikmat. bahkan sampai 31 kali Allah Subhanahu Wa Ta’ala menanyakan nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. padahal itu Dalam satu Surat Al-Qur’an saja yaitu Surat ke 55 (Ar-Rahmaan, Allah sang Maha Pemurah)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Qs. Ar-Rahmaan 13)

 Astaghfirullah…!!!

Nampak jelas manusia itu  sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Sedikit-dikit Uang.. Sedikit-dikit Uang.. Sedikit-dikit Uang… terus begitu di hati dan pikirannya.

Dalam Adzan menyerukan Kalimat Cinta untuk keselamatan, kedamaian, kemenangan manusia dalam seruan kecintaan kepada Allah untuk menyembahnnya tepat waktu…

“Hayya ‘alashshalaah”, “Hayya ‘alashshalaah”.
“Hayya ‘alal falaah”, “Hayya ‘alal falaah”.

Sungguh.. Mereka kaum Materialis sangat ingkar Tidak mensyukuri nikmat.. Tatkala di panggil dengan Kalimat Cinta mereka sibuk dengan Uang, padahal untuk keselamatan, kedamaian, kemenangan mereka sendiri. Mereka Ada yang Acuh meninggalkan Shalat dengan kesesatan yang nyata, Ada yang  sibuk bekerja mencari uang, saat seruan Cinta memanggil lewat mu’adzin, mereka berucap, Ya Allah… “tunggu bentar lagi kerja…” “tunggu Bentar tanggung…”, “tunggu .. Ah, nanti aja capek..”, “tunggu .. Ah laper makan dulu..”, “tunggu … waduh sudah adzan..”, “tunggu bentar Rapat penting..” “tunggu.. bentar disuruh Atasan..”.. Astaghfirullah… Tanpa Sadar Allah Di perintah Oleh kita “Tunggu.. bentar..” memang siapa kita seenaknnya menyuruh Allah…??? Dan terusan surat Al ´Aadiyaat disebutkan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
“Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
“Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.
(Qs. Al ´Aadiyaat 6-8)

Allah memperingati kehidupan kita dengan hari sesudah kematian Yaitu ada azab kubur Dan hari kiamat terus hari kebangkitan mereka dibangkitkan ditimbang Amalan mereka dengan Apa yang terkadung dalam dada mereka yaitu hati yang selalu me-Nuhan-kan harta, Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Mengetahui keadaan mereka saat semua itu terjadi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku."
“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[*].
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[**],
“Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
“Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),
“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
(Qs. Al Fajr 15-20)
[*]. Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 2 teras. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
[**].Yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.


Kamu.. kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. Itulah kamu… sang kaum materialis. Mengutamakan nafsu diatas segalanya, Mengutamakan nafsu pribadi.

Kamu… yang mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan… sehingga kamu bakhil (kikir, sombong, ujub, Riya)

Kamu… kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil) untuk memenuhi nafsu dunia… kamu mencari harta dengan dosa yaitu dengan berikhtilat, dengan zina, dengan menghalalkan segala cara Dan tidak peduli dengan orang sekitarmu..

Kamu… kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin… mengajak memberi makan orang orang miskin saja tidak mau Apalagi kamu memberi makan orang miskin, tidak memberi anak yatim..

Kamu… kamu mengira bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan… bukan itu ujian supaya kamu berbagi serta  jihad fi sabilillah..

Kamu… kamu mengira kemiskinan adalah suatu kehinaan… bukan itu… ujian itu datang supaya sabar, Qana’ah, ikhlas Dan kamu akan mendapatkan nikmat yang lebih besar baik  diberikan didunia Dan Akhirat yaitu surga.

“Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,
(Qs. Al Qiyaamah 20)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(Qs. At Taubah 24)

Lihat saja Nanti azab yang pedih menimpa kamu… azab yang pedih bagi KAMU yang mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan sesungguhnya kamu sangat bakhil karena cintanya kepada harta kamu sangat fasik…

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman::
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Ali �Imran 180)

Astaghfirullah… Astaghfirullah… Astaghfirullah…!!!


“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu �anhu , ia berkata:Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda: Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya hati (HR. Shahih Muslim)

 Kaya itu adalah kaya hati jadi jangan kalian tertipu dengan harta..


I Love You Full…

Hmmmmm…. Cinta… banyak orang tersesat jauhhh karena cinta, seperti Tulisan-tulisan zulfi diatas… ada Cinta Yang Sia-Sia … Ada Cinta Yang Utama …karena mereka tidak tahu Apa itu Hakikat Cinta… kata Alm. Mba surif berkata “I Love You Full”… banyak orang berkata Cinta bahkan bilang “I Love You Full” terhadap wanita, pria, harta, kata-kata cinta yang dusta… kadang kita berkata cinta tapi maksiat jadi saja sia-sia Dan bisa masuk neraka..

“I Love You Full” Hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dan Allah menyuruh “I Love You Full” untuk Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam seperti di pembahasan Cinta… Cinta… Cinta… bagian (I) tapi tingkatannya Cinta sejati yang Utama Dan yang paling mulia adalah cinta seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Definisi Cinta Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)

Hakikat Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
1.membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
2.mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
3.terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
4.mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
5.hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
6.menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
7.tunduknya hati di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala
8.berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
9.duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
10.menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
(Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)


Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini yaitu :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur) Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
 (Qs Ali ‘Imran 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”


Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua, hampir persis seperti zulfi mengkatagorikan diatas “Cinta Yang Sia-Sia Dan Cinta Yang Utama”,. Dan ada ulama yang membaginya menjadi empat.

Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
1.Cinta ibadah
2.Cinta syirik.
3.Cinta maksiat.
4.Cinta tabiat.


1. Cinta ibadah Yaitu mencintai Allah Dan Rasulullah serta apa-apa yang dicintai-Nya,. Cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain.
 
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Qs. Al-Hujurat 7)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Qs. Al-Baqarah 165)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Qs. Al-Maidah 54)

Dari Anas Radhiyallahu �anhu , ia berkata:Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka  (HR. shahih Muslim).

Adapun mencintai Allah Dan Rasulullah sebelumnya sudah Ada zulfi tulisin pada Cinta… Cinta… Cinta… bagian (I) yaitu tunduk, patuh dan ta�at kepada Aturan-Aturan Dalam Al-Qur’an Dan Aturan-Aturan Dalam Al-hadist yang benar, baik itu tunduk, patuh dan ta�at Dalam menjalankan semua perintah-perintahnya Dan ketaatan Dalam menjauhi semua larangan-larangannya, dan nanti ada bahasan Cinta ibadah apa-apa yang dicintai-Nya seperti mencintai sesama muslim.


2.Cinta syirik Yaitu mencintai Allah dan selain-Nya, dengan derajat yang tinggi kadang dengan kecintaan derajat yang sama dengan mencintai Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Qs. Al-Baqarah 165)

Cinta syirik Seperti kisah homosex seorang laki-laki cinta kepada Aslam seorang pemuda tampan  diatas di jelaskan , cinta maksiat yang berbuah cinta syirik dengan Kata-kata:
“Wahai Aslam sang penyejuk hati…
”Wahai Aslam sang penyembuh sakit…
”Keridhaanmu lebih aku sukai pada diriku Daripada rahmat Sang Pencipta Yang Mahamulia..

serta contoh me-nuhankan harta yang zulfi tulis diatas contohnya Dengan Uang mereka percaya uang sebagai penjamin hidup, kesehatan, keamanan, kebahagiaan, kesejahteraan, kekuasaan, kesenangan.


3. Cinta maksiat.Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20).

Cinta maksiat bisa di artikan juga Dengan berkata Dan berbuat sesuatu Atas nama Cinta seseorang dengan gampang tersesat dari Aturan Allah, misalkan ketika kata-kata cinta dilancarkan Seseorang yang pacaran bisa berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, bermesraan bahkan berzina besar dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mereka berkata  “Kami sama-sama saling mencintai, suka sama suka.”

Dengan berkata Atas nama Cinta seseorang selingkuh baik masa pacaran atau sesudah pernikahan berkata  “Kami sama-sama saling mencintai, suka sama suka.”

Dengan berkata Atas nama Cinta orang tua membiarkan anak-anaknya terus bermaksiat dalam bergelimang dengan dosa mengijinkan pacaran, melihat film-film maksiat, bernyanyi Cinta maksiat, hura-hura, dan lain-lainnya.

Dengan berkata Atas nama Cinta seorang suami melepas istrinya tanpa hijab hidup bebas tanpa ada nasihat  dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.

Cinta maksiat sama juga dengan Cinta dunia yang berlebihan seperti zulfi tulisin diatas yaitu Cinta terhadap sesama pria, Cinta terhadap wanita, Cinta terhadap pria, Cinta terhadap harta dengan kecintaan yang sangat jadi mereka terjerumus kepada melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Rata-Rata kalau Cintanya sudah tahap kritis bisa jadi Cinta syirik dan takut mati.

“Dari Tsauban mengatakan Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda: ‘Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’
(HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)


4.Cinta tabiat. Yaitu Cinta bawaan dasar manusia Seperti Cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap Cinta ini sebatas cinta tabiat dengan kadar yang biasa, boleh sedikit tinggi tapi tidak boleh berlebihan Dan tidak boleh sederajat dengan Cinta Kepada Allah Dan Rasulullah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Qs. Yusuf  8)

Jika Cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi Cinta maksiat. Bila inta tabiat ini menyebabkan kita lebih Cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka Cinta tabiat ini berubah menjadi Cinta syirik.


Hukum Cinta kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala?
Hukum cinta kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala sah-sah saja bahkan itu ada yang Allah Dan Rasulullah perintahkan. Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.
Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.
Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.
Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.
Hukum Cinta kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti pembagian Cinta diatas Cinta kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala sah-sah saja bahkan itu kadang di perintahkan Dan di perbolehkan Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tapi Dengan sarat Tanpa mengandung cinta maksiat Dan cinta Sirik.
Menghukumi cinta kepada selain Allah.


Contoh menghukumi cinta kepada selain Allah yang boleh itu dicontohkan :

1.Kita cinta Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam terus tatkala mau akan memulai do’a, masuk mesjid, keluar mesjid, dzikir pagi, dzikir sore, setiap mau ceramah semua itu diselipkan bacaan shalawat yang sesuai ketentuan dalam hadist shahih. Ini dihukumi cinta ibadah.

2. Kita cinta tabiat seperti cinta kepada wanita, pria, suami, istri, anak, keluarga, diri sendiri, binatang peliharaan, sahabat, motor, buku, kitab, jam. Itu sah dengan kadar cinta yang biasa karena Allah semata, tapi jagan guluw (berlebihan). Sehingga kita lalai dalam beribadah kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban.

Contoh menghukumi cinta kepada selain Allah yang Tidak boleh itu dicontohkan:

1.Kita cinta Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam terus terus kita masuk WC, keluar WC Bershalawat,  tahrim baik di menara mesjid atau di dalam mesjid pake pengeras suara dengan shalawat yang tidak Ada dalilnnya. Mengkhususkan shalawat khusus tatkala masuk kuburan, duduk dikuburan. Ini cinta maksiat bid’ah karena tidak sesuai ketentuan dalam hadist shahih. Bahkan bisa jadi cinta syirik “ kalau didalam shalawatnnya ada makna penyembuh sakit, penjamin rizki, penjamin keselamatan Adalah Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam

2. Kita cinta tabiat yang berubah jadi maksiat contoh diatas seperti cinta wanita kaum Tsamud, cinta pria zulaikha.


Kita boleh mencintai bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan karena itu tabiat manusia Itu sah-sah saja dengan kadar cinta yang biasa dan Apabila bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan Tatkala diambil pemilikNya, kita harus Ikhlash, tawadhu Dan Qana’ah. Jadi jangan cinta yang guluw (berlebihan) terhadp semua itu Sehingga kita lalai dalam beribadah kepada Allah Dan meninggalkan kewajiban-kewajibannya yang menjadikan kita bakhil (serakah, kikir, ujub, riya) Dan menjadikan kita cinta maksiat yang kadang berubah cinta syirik.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(Qs. At Taubah 24)

Jelas makna Ayat (Qs. At Taubah 24) kita tidak boleh mencintai bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, dan Lain-lainnya melebihi cinta kita kepada dari Allah dan Rasul-Nya. Jadi Apabila kita mencintai sesuatu jadikan Cinta itu karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata dalam kaidah syariat, serta kita harus mencintai apa-apa yang dicintai-Nya dalam kaidah syariat.

Alhamdulillah beres.. Insya Allah bersambung ke.. Cinta… Cinta… Cinta…Bagian Terakhir yaitu Bagian (III)
 



Dikirim pada 24 Desember 2009 di curhat......
comments powered by Disqus
Profile

hmmm... Orang yg berusaha mmperbaiki diri.. yg tdk mngkin lepas dari kesalahan & dosa....!!! semoga saja kelak zulfi termasuk orang mukmin yang berhati bersih yg di ridhai Allah Azza Wa Jalla… Aamiin.. Aamiin.. Ya Allah ya rabbal ’alamiin.. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 742.358 kali


connect with ABATASA