0
Dikirim pada 15 November 2009 di Shalat berjama’ah

Wajibnya Shalat Berjama�ah Dan Keutamaan-keutamaanya. (Bagian II)

 

Bismillahirrhmanirrahiim

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..



Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam..
Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah.. 
Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah..
Hanya kepada Allah kami menyembah dan hanya kepada Allah kami memohon pertolongan..
Segala penghormatan hanya milik Allah, dan keagungan, dan kebaikan.. 
Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu..
Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan serta pemahaman yang sesat.. shalawat, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, tabi’in, tabiit tabi’in..
Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu �alaihi wa sallam sampai hari akhir nanti…
Amma ba’du…


Pada Bagian (I), telah zulfi tuliskan penjelasan soal wajibnya Shalat ber-Jama’ah di Rumah-Rumah Allah/mesjid, Bahwa Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sabda Rasululullah Shallallahu �alaihi wa sallam, Telah menjelaskannya dengan terang, wajibnya Shalat berjamaah untuk ikhwan di Rumah-Rumah Allah/mesjid.


Pada Bagian II, ini Zulfi coba menjelaskan keutamaanya serta ibadah-ibadah lainnya yang ada di salah satu shalat yang di wajibkan untuk dilaksanakan secara ber-Jama’ah dimesjid, kenapa Shalat berjamaah di wajibkan? Ya seperti jelaskan Pada Bagian I bersambung ke Bagian II, karena banyak sekali manfaatnya bagi kita,sekarang zulfi Ambil contoh yaitu shalat Shubuh berjama’ah.


Saat terbangun 1/3 malam bila waktu cukup untuk shalatulail/Qiyamulail/tahajjud dan witir maka laksanakan dan jikalau hari itu mau shaum bila waktunya cukup untuk sahur baiknya laksanakan, itu lebih baik. zulfi jelaskan disini saat bangun misalkan mendekati waktu fajar kita baru terbangun maka kita di sunnahkan membaca do’a : “Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa ba�da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuur” Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.” (HR. Shahih Bukhari).


Setelah berdo’a di Atas terus melihat jam & waktu shalat shubuh, setelah itu dengan melafadzkan atau dalam hati ucapkan bismillah..!!! Niatkan dalam hati untuk memulai hari dengan Niat Bahwa segala sesuatu aktivitas ditunjukan hanya karena Allah Ta’ala dengan Memurnikan ketaatan dalam menjalankan Agama, untuk menuju ridhanya dan berusaha menjaga keridhaannya.


Memurnikan ketaatan dalam menjalankan Agama sangatlah penting, supaya kita terhindar dari malapetaka kesesatan dalam menjalankan perintahNya, malapetaka yang membawa kepada ke kemunafiqan, kebid’ahan, kemaksiatan, kesyirikan,dll. Niatkan semua lillahi Ta ‘ala..

Allah Subhanahu Wa Ta�ala telah befirman :
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Qs. Al An�aam 162).

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (Qs. Az Zumar 11)


Berdiri menuju ke tempat wudhu sambil terus berdzikir, terus disunnah untuk besiwak/menyikat gigi.
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ”Siwak itu membersihkan mulut dan diridhai Allah”. (HR. Shahih Al-Bukhari, Ahmad).

“Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur pada malam hari atau siang hari kemudian beliau bangun melainkan beliau pasti gosok gigi terlebih dahulu sebelum berwudhu” (HR. Shahih Abu)

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Kalau tidaklah memberatkan atas ummatku, sungguh aku akan menyuruh mereka bersiwak setiap kali berwudhu (HR. Shahih muslim).


Setelah bersiwak, terus berwudhu.”

Wudhu Syarat-syarat (sahnya) wudhu adalah sebagai berikut. 
1. Islam, 2. Berakal, 3. Tamyiz 4. Niat, 5.Istishhab hukum niat (Istishhab hukum niat maksudnya tidak memutuskan niat tersebut sampai selesai bersuci), 6. Tidak adanya yang mewajibkan wudhu, 7. Istinja dan Istijmar sebelumnya (bila setelah buang hajat), 8. Air yang thahur (suci lagi mensucikan), 9. Air yang mubah (bukan hasil curian misalnya), 10. Menghilangkan sesuatu yang menghalangi air meresap dalam pori-pori.


Fardhu (rukun) wudhu ada 6 (enam), yaitu : 1. Membasuh muka (termasuk berkumur dan memasukkan sebagian air ke dalam hidung lalu dikeluarkan), 2. Membasuh kedua tangan sampai kedua siku, 3. Mengusap (menyapu) seluruh kepala (termasuk mngusap kedua daun telinga), 4. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki, 5. Tertib (berurutan). 6. Muwalah (tidak diselingi dengan perkara-perkara yang lain).


Sunnah-sunnah wudhu diantaranya :
A. Membaca “bismillah” ucapkan/dilafadzkan. Dalil yang mewajibkan membaca basmalah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam , beliau bersabda.  “Artinya : Tidak sah shalat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah atas wudhunya. tapi kalau lupa atau tidak tahu tidak mengapa berdasarkan hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Artinya : Dimaafkan untuk umatku, kesalahan dan kelupaan”.

B. Membasuh Kedua Telapak Tangan Tiga (HR. Bukhari, Muslim)

C. Mendahulukan Berkumur-Kumur (Madhmadhoh) Dan Istinsyaq (Memasukkan Air Ke Dalam Hidung Lalu Menghirupnya Dengan Sekali Nafas Sampai Ke dalam Hidung Yang Paling Ujung) Sebelum Membasuh Muka.

D. Setelah Istinsyaq Lalu Istintsaar (Mengeluarkan /Menyemburkan Air Dari Hidung Sesudah Menghirupnya Dengan Telapak Tangan Kiri).  Berdasarkan hadits :  “Artinya : ...Lalu Nabi membasuh kedua telapak tangan tiga kali kemudian berkumur-kumur dan istinsyaq, lalu istintsaar lalu membasuh muka tiga kali(HR. Bukhari, Muslim)

E. Bersungguh-Sungguh Dalam Berkumur-Kumur Dan Istinsyaq Bagi Orang Yang Sedang Tidak Berpuasa.  Berdasarkan hadits :  “Artinya : Bersungguh-sungguh dalam menghirup air ke hidung, kecuali kalau kamu sedang berpuasa‌. (HR.Abu Dawud, Tirmidzi, ; Nasaai, Ibnu Majah)
Makna bersungguh-sungguh dalam berkumur-kumur adalah menggerakkan air di ke seluruh bagian mulutnya. Sedangkan makna bersungguh-sungguh dalam istinsyaq adalah menghirup air sampai ke bagian hidung yang terdalam.

F.Mengusap Kepala  Cara mengusap kepala, memulai dari bagian depan kepala depan kemudian menggerakkan kedua tangannya hingga ke belakang (tengkuk) lalu mengembalikan ke tempat semula.  Hukum membasuh kepala adalah wajib yaitu berlaku keumuman pada setiap apa yang dibasuh dari kepala dalam berbagai kondisi. Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam .  “Artinya : Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membasuh kepalanya lalu menjalankan kedua tangannya ke belakang dan mengembalikannya...(HR. Bukhari, Muslim)

G. Menyela-Nyela Jari-Jari Kedua Tangan Dan Kedua Kaki.  Berdasarkan hadits:  Artinya : Sempurnakanlah wudhu, selai-selailah jari-jemari (HR.Abu Dawud, Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majah)

H. At Tayaamun (Memulai Dari Sebelah Kanan)  At- Tayaamun (dalam wudhu) artinya memulai membasuh anggota wudhu yang sebelah kanan kemudian yang kiri dari kedua tangan maupun kaki.  “Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai dalam mendahulukan yang kanan ketika memakai sandalnya, menyisir, bersuci dan dalam semua urusannya. (HR. shahih Bukhari,Muslim)

I. Menambah Bilangan Basuhan Dari Sekali Menjadi Tiga Kali Basuhan. Tambahan Ini Berlaku Dalam Membasuh Muka, Kedua Tangan Dan Kedua Kaki.

J. Menyela-nyela jenggot yang lebat.

K. Melewati Batasan Yang Diizinkan Dalam Membasuh Empat Anggota Wudhu (Kedua Tangan Dan Kedua Kaki)  Karena Abu Hurairah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, kemudian ia membasuh tangan hingga mengenai bagian lengan atasnya, kemudian membasuh kakinya sampai betis, kemduian ia berkata : “Demikian aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam berwudhu”. (HR. shahih Muslim)

L. Menghemat Air

M. Menyempurnakan Wudhu
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia sempurnakan wudhunya, niscaya akan keluar dosa-dosanya dari tubuhnya, sampai keluar (dosa-dosa) dari bawah kuku-kuku jarinya. (HR. Muslim no. 245)

N. berdo’a selesai wudhu “Asyhadu alla ilaaha illallaahu wahdahu la syariikalahu wa asyahadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluhu”

O. Shalat sunnah wudhu 2 raka’at.


Berkata Imam an-Nawawi rahimahullah “Sesungguhnya apa-apa yang ia dapatkan dari derajat (orang-orang yang suka berwudhu�) adalah ia mampu berjuang membela dirinya dari kejahatan-kejahatan syaitan dan meniadakannya, menjaga dirinya sampai tidak akan diganggu oleh syaitan walau hanya sekejap matapun. Dia selamat dari syaitan dengan usaha perjuangannya (untuk melakukan sunnah-sunnah wudhu) dan kelapangan bagi hatinya.


Apabila tempat wudhunya di WC/Kaskus maka sebelum memasuki WC berdo’a seperti dalam hadist berikut. Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila akan masuk WC membaca do’a.  Allahumma innii a�uudzu bika minal-khubusyi wal-khabaaisyi.  “Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan" (HR. Shahih muslim, Al-Bukhari). Dan setelah berdo’a itu, ucapkan/dilafadzkan “Bismillah” untuk Do’a Wudhu sebelum masuk WC & ber Niat (dalam hati jangan dilafadzkan/ucapkan), karena didalam WC dilarang mengucapkan Asma Allah, sesudah itu melangkah memasuki WC kaki Kiri dulu yang pertama, setelah beres wudhu keluar WC pake kaki kanan Dan setelah keluar dari WC berdo’a seperti dalam hadist berikut. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha , dia berkata, ‘Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila telah keluar dari WC beliau membaca do�a.  Ghufraanaka “Artinya : Aku mohon ampun kepadaMu” (HR. Ahmad, Abu Dawud).


Sesudah berdo’a “Ghufraanaka” terus berdo’a sesudah Wudhu Seperti do’a Di dalam hadits berikut :
Dari Umar Radhiyallahu �anhu , katanya, Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat Setelah Selesai Dari Wudhu Dengan Ucapan.  Asyhadu alla ilaaha illallaahu wahdahu la syariikalahu wa asyahadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluhu”.  “Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan(yang berhak disembah) selain Allah,yang maha ESA, Tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.  Tiada lain balasannya kecuali pasti dibukakan baginya pintu-pintu surga yang bejumlah delapan, lalu ia masuk dari pintu mana saja yang ia sukai” (HR. shahih Muslim, Abu Dawud)


Setelah itu, terus selama waktu berjalan Di utamakan perbanyak Taubat, istighfar, bersyukur, berdzikir berdo’a. Sepertiga akhir malam adalah waktu mustajab sampai shubuh seperti keterangan hadis berikut : “Dari Abu Hurairah Shallallahu �alaihi wa sallam bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”. (HR.Shahih Al-Bukhari).


Jikalau waktu cukup untuk Shalat Dua Raka’at Setelah Wudhu  maka laksanakan “Dari Uqbah bin Amr “Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :  Artinya : Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian ia mengerjakan shalat dua rakaat yang ia tidak berkata-kata (yang jelek) kepada dirinya, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR.Shahih Bukhari, Muslim).


Terus setelah Waktu mendekati waktu Shubuh berangkat dari Rumah terus selama waktu berjalan Di utamakan perbanyak Taubat, istighfar, bersyukur, berdzikir. Berangkat dari rumah Berdo’a pergi menuju masjid, Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda “Artinya : Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya dari mukaku, cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku, Ya Allah berikanlah aku cahaya” (HR.Shahih Bukhari, Muslim)


“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian berjalan ke masjid untuk melaksanakan kewajiban dari Allah dan langkah yang satu menghapuskan dosa dan langkah yang lain mengangkat derajat.” (HR. shahih Muslim).

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda  “Artinya : Maukah kalian aku tunjukkan apa-apa yang menyebabkan Allah menghapuskan dosa dan mengangkat derajat kalian.” Mereka berkata: “Ya, wahai Rasul”, kemudian Rasul menyebutkan salah satunya adalah memperbanyak langkah menuju masjid. (HR. shahih Muslim).


Subhanallah..!!! Setiap langkah, langkah pertama menghapus satu dosa, langkah kedua naik satu derajat  kemuliaan dari pandangan Allah, begitu pula selanjutnya. Karena besarnya pahala melangkahkan kaki kemesjid, berjalanlah dengan tenang & kewibawaan jauhi hal-hal tiada guna, Di utamakan perbanyak Taubat, istighfar, bersyukur, berdzikir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk pindah rumah mendekati mesjid, di usahakan jangan pindah rumah mendekati mesjid & di usahakan jangan pake kendaraan. Kecuali terlampau jauh hingga menghabiskan waktu yang sangat banyak. seperti hadist berikut :


“Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu lagi, katanya: “Bani Salimah - salah satu kabilah kaum Anshar yang terkenal radhiallahu ‘anhum - bermaksud hendak berpindah tempat di dekat masjid. Berita itu sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Bani Salimah itu: “Sesungguhnya saja telah sampai berita kepadaku bahwa engkau semua ingin berpindah ketempat di dekat masjid?” Mereka menjawab: “Benar, ya Rasulullah, kita berkehendak sedemikian itu.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi: “Wahai Bani Salimah, tetaplah di rumah-rumahmu itu saja, akan dicatatlah langkah-langkahmu itu - pahala melangkahkan kaki dari rumah ke masjid itu pastt dicatat sebanyak yang dijalankan. Jadi tidak perlu berpindah ke dekat masjid. Tetaplah di rumah-rumahmu itu saja, akan dicatatlah langkah-langkahmu itu.” (HR. shahih Muslim).


“Dari Abdulmundzir yaitu Ubaybin Ka’ab Radhiyallahu ‘anhu katanya: “Ada seseorang yang saya tidak mengetahui ada orang lain yang rumahnya lebih jauh lagi daripada orang itu untuk pergi ke masjid. Orang tadi tidak pernah terluput oleh shalat berjamaah. Kemudian kepadanya itu ditanyakan, atau saya sendiri bertanya kepadanya: Alangkah baiknya jikalau engkau membeli seekor keledai yang dapat engkau naiki apabtla malam gelap gulita ataupun di waktu siang yang panasnya amat terik.” Orang itu menjawab: “Saya tidak senang sekiranya rumahku itu ada di dekat masjid. Sesungguhnya saya ingin sekali kalau perjalananku ke masjid itu dicatat- sebagai pahala, demikian juga pulangku jikalau saya pulang ketempat keluargaku.”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda: “Allah telah mengumpulkan untukmu semua yang kau kehendaki itu - yakni keinginanmu untuk memperoleh pahala banyak itu dikabulkan oleh Allah.” (HR. shahih Muslim).


Subhanallah..!!! rumahnya jauh dari mesjid tapi ia tidak pernah luput dari shalat Ber-Jamaah, setiap berangkatnya dan pulangnya melangkah berjalan kaki kemesjid memperoleh pahala  banyak itu dikabulkan oleh Allah.


Bagi mereka yang mau berangkat untuk shalat Ber-jama’ah namun waktunya sangat  mendekati Adzan, saat Adzan dan iqamah di kumandangkan, atau akan masbuq, maka berwudhulah dengan tenang dan keluar menuju mesjid berjalan dengan tenang dan kewibawaan jauhi hal-hal tiada guna. Coba perhatikan hadist berikut :

Berjalan Menuju Masjid Dengan Tenang  Dan Berwibawa Rasuulullah Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda.  “Artinya : Apabila kalian telah mendengar iqomah maka berjalanlah kalian menuju masjid untuk sholat dengan ketenangan dan kewibawaan.” (HR.Shahih Bukhari).

Dari Abdullah Bin Qatadah katanya : ketika kami sedang shalat bersama Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam,. Tiba-tiba kami mendengar hiruk-pikuk. Kemudian Rasulullah bertanya,”apa yang terjadi? Kenapa hiruk-pikuk?” jawab mereka tergesa-gesa hendak shalat. Rasulullah bersabda : jangan begitu lagi. Apabila kamu pergi shalat, berjalanlah dengan sikap tenang. Apa yang kamu dapati dalam shalat ikutilah, dan apa yang kamu ketinggalan sempurnakan kemudian (HR. shahih Muslim)
 
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila shala telah di iqamatkan orang, janganlah berlari ketempat shalat, tetepi berjalanlah dengan sikap tenang. Shalat berjamaahlah seberapa kamu dapati, dan sempurnakanlah bahagian yang kamu tinggalkan (kurang). Karena apabila kamu pergi sengaja hendak shalat, (walaupun sedang perjalanan) berarti kamu sudah seperti dalam shalat. (HR. shahih Muslim)


Subhanallah..!!! Jadi walaupun iqamat dikumandangan berjalanlah dengan sikap “As-Sakinah “ Dan “Al-Waqoru”, walaupun iqamat beres waktu shalat udah berjalan kia harus tetap berjalanlah dengan sikap "As-Sakinah “ Dan “Al-Waqoru” , (walaupun sedang perjalanan) berarti kamu sudah seperti dalam shalat.
“As-Sakinah” artinya perlahan dalam berjalan dan menjauhkan diri dari bersendau gurau.
“Al-Waqoru” artinya menundukkan pandangan, merendahkan suara dan tidak menoleh-noleh. 


Sesampainya mendekati mesjid sebelum masuk  Disunatkan kita membaca do’a mohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syaithan, A’udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim, Atau do’a dari hadist berikut : “Dari Abdullah bin Amr bin Ash dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , apabila masuk masjid, beliau mengucapkan : “AUDZU BILLAHIL ‘AZHIMI WABIWAJHIHIL KARIIMI WA SULTHANIHIL QADIIMI MINASY SYAITHANIR RAJIIM” (Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung dan dengan wajah-Nya yang Mulia serta kekuasaan-Nya yang tiada yang mendahuluinya, dari (gangguan) syaithan yang terkutuk)”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : Apabila ia mengucapkan demikian (do�a di atas), syaithanpun berkata : Dipeliharalah ia dari padaku sisa harinya” (HR. shahih Abu Dawud)


Setelah kita membaca do’a mohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syaithan terus shalawat, berdo’a & dan memasuki mesjid awali dengan kaki kanan, Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Artinya : Apabila diantara kalian ada yang masuk masjid maka bershalawatlah kalian atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  “washshalatu wassalamu ‘ala Rasuullillah” “Artinya : Dan Semoga shalawat Dan salam tercurahkan kepada Rasulullah” kemudian mengucapkan doa “Allahummaf tahlii abwaba Rahmatika”  “Ya Allah bukalah pintu rahmat-Mu untukku” (HR. shahih Abu Dawud, Muslim)

“Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu :  “Artinya : Termasuk Sunnah, apabila engkau masuk masjid, untuk mendahulukan kakimu yang kanan dan apabila engkau keluar, dahulukan kaki kirimu.” (HR. shahih Hakim)


Setelah masuk mesjid dengan melangkahkan kaki kanan, sebelum duduk & sebelum Adzan dikumandangkan  shalat dulu 2 raka’at tahiyatul mesjid Dan langsung menuju shaf pertama karena shaf Pertama mempunyai keutamaan & pahala yang banyak, kita keterangan hadist berikut :

“Dari Abu Qatadah Al-Harits bin Rab’y Al-Anshary Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum shalat dua raka’at” (HR. shahih Muslim)

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu �anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui pahala adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka melakukan undian itu. Seandainya mereka mengetahui pahala bersegera pergi menunaikan shalat, niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya. Dan, seandainya mereka mengetahui pahala jamaah shalat isya dan subuh, niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari, Muslim)


Setelah selesai Shalat tahiyatul masjid jikalau masih ada waktu perbanyak Taubat, istighfar, bersyukur, berdzikir serta baca Al-qur’an. Sepertiga akhir malam adalah waktu mustajab sampai shubuh seperti keterangan hadis berikut : “Dari Abu Hurairah Shallallahu �alaihi wa sallam bahwasanya Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya.” (HR.Shahih Al-Bukhari).


Kita perhatikan beberapa hadist berikut ini :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu �anhu bahwa Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam. Bersabda: Seorang hamba Allah senantiasa dianggap seperti dalam keadaan shalat, selama dia berada didalam masjid menunggu waktu shalat, asal saja dia tidak berhadas.” (HR.Shahih Bukhari)

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersabda: “Malaikat mendo’a kan untuk seseorang kamu selama ia masih didalam mesjid dimana ia melakukan shalat, dan selama ia belum berhadas.
Kata malaikat : “Ya Allah! Ampunilah dia dan turunkan rahmatmu kepadanya.” (HR.Shahih Bukhari)

“Dari Abu Musa Radhiyallahu “anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersabda: “orang yang paling besar pahala shalatnya, ialah yang paling jauh (dari mesjid). Dan sesudah itu ialah orang yang menunggu-nunggu waktu untuk shalat sehingga ia shalat dengan imam,” (HR. Shahih Bukhari)


Subhanallah..!!! jadi Tatkala memasuki mesjid malaikat pun terus mendo’akan selama masih didalam mesjid, selama belum berhadas. Dan dianggap seperti dalam keadaan shalat, selama berada didalam masjid selama belum berhadas menunggu waktu shalat. Ditambah pahala 2 raka’at tahiyatul mesjid, Taubat, istighfar, bersyukur, berdzikir serta baca Al-qur’an.


Sekarang memasuki adzan, bagusnya kita sebagai mu’adzinnya. Karena terdapat pahala yang besar juga seperti keterangan hadist berikut :
“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Seandainya manusia mengetahui pahala adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka melakukan undian itu. Seandainya mereka mengetahui pahala bersegera pergi menunaikan shalat, niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya. Dan, seandainya mereka mengetahui pahala jamaah shalat isya dan subuh, niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan merangkak (HR. shahih Bukhari, Muslim)


Dari Umar bin khaththab Radhiyallahu �anhu bahwa Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda : “ Apabila Mu’adzin menyerukan adzan, maka jawablah sebagai berikut :
“Allahu Akbar, Allahu Akbar.”, Jawabanya : “Allahu Akbar, Allahu Akbar.”
“Asyhadu alla ilaaha illallaah” , Jawabanya : “Asyhadu alla ilaaha illallaah”
“Asyhadu anna muhammadar rasulullah”, Jawabanya : “Asyhadu anna muhammadar rasulullah”
“Hayya ‘alashshalah”, Jawabanya : “Laa hawla walaa quwwata illa billahi”
“Hayya ‘alal falah”, Jawabanya : “Laa hawla walaa quwwata illa billahi”
“Allahu Akbar, Allahu Akbar.”, Jawabanya : “Allahu Akbar, Allahu Akbar.”
“Laa ilaaha illallaah”, Jawabanya : “Laa ilaaha illallaah”
jika kamu jawab seperti itu dengan sepenuh hatimu , maka kamu masuk syurga.” (HR. shahih Muslim).


Setelah Azdan dikumandangkan berdo’a seperti hadits Dari Sa’ad bin Abu waqqash Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mendengar muadzin menyerukan adzan, lalu mengucapkan “Asyhadu alla ilaaha illallaahu wahdahu la syariikalahu wa asyahadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluhu. Radhitu billahi rabban, wa bi Muhammadin Rasulan, wa bil Islami dinan” Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan(yang berhak disembah) selain Allah,yang maha ESA, Tidak ada sekutu bagiNya. dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Aku suka Allah sebagai tuhanku, Dan Muhammad sebagai Rasul, Dan islam sebagai Agamaku(yg benar).  (HR. shahih Muslim).


Sesudah do’a di atas bershalawat berdasarkan hadist berikut : “Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Apabila kalian mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, lalu bershalawatlah  untukku karena sesungguhnya orang yang bershalawat untukku satu kali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali, sesudah itu mohonkanlah bagiku kepada Allah ‘Alwasilah’, yaitu tempat disyurga yang hanya pantas di tempati oleh seorang hamba Allah. Aku berharap akulah yang menempatinya. Maka siapa yang meminta ‘Alwasilah’ itu untuku, dia akan beroleh syafa’at (pembelaan) dariku. (HR. shahih Muslim).


Bacaan shalawat untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling utama adalah apa yang beliau ajarkan kepada para sahabat, ketika beliau bersabda, Qala: “Allahumma shalli �alaa muhammad, wa ‘alaa ali muhammad, kamaa shallaiyta ‘alaa ibrahiima wa ‘alaa ali ibrahiima, innaka hamiidum majiid”.  “Allahumma baarik ‘alaa muhammaddiw wa’alaa ali muhammadin kamaa baarikta ‘alaa ibraahiima wa ‘alaa ali ibraahiima, innaka hamiidum majiid”.
“Katakanlah, Ya Allah limpahkanlah rahmat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah berkah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad sebagai-mana Engkau telah melimpahkan berkah untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR Shahih Bukhari dan Muslim).


Sesudah shalawat, mohonkanlah bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Allah ‘Alwasilah’ seperti hadis berikut :
“Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan: “Allahumma rabba haadzihid da’ watit taammati washshalaatil qaaimati aati muhammadanil wasiilata walfadhiilata wab’atshu maqaamam mahmuudanilladzii wa’adtah”. Artinya “Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad perantaraan dan keutamaan. Bangkitkanlah ia pada maqam (kedudukan) yang Engkau janjikan”, maka pastilah ia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR Shahih Bukhari)


Subhanallah…!!! Dgn mengikuti Hadist-hadist menyangkut Adzan diatas, orang yang bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 1kali maka Allah akan bershalawat untuk orang yang bershalawat sepuluh kali, masuk syurga, beroleh syafa’at, pahala banyak, Insya Allah.


Setelah beres berdo’a langsung bediri mengerjakan nafilah fajar 2 Raka’at..

Semoga Allah menunjukkan saya dan anda sekalian kepada yang diridhaiNya, dan kepada kemaslahatan urusan dunia dan akhirat, serta melindungi kita semua dari keburukan jiwa dan perbuatan kita, dan dari menyerupai kaum kuffar dan munafiqin. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta�ala Maha baik lagi Maha mulia.

Alhamdulillah.. Insya Allah bersambung ke ter akhir Bagian (II)
 



Dikirim pada 15 November 2009 di Shalat berjama’ah
comments powered by Disqus
Profile

hmmm... Orang yg berusaha mmperbaiki diri.. yg tdk mngkin lepas dari kesalahan & dosa....!!! semoga saja kelak zulfi termasuk orang mukmin yang berhati bersih yg di ridhai Allah Azza Wa Jalla… Aamiin.. Aamiin.. Ya Allah ya rabbal ’alamiin.. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 742.362 kali


connect with ABATASA