0

Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.


Segala puji dan syukur bagi Allah Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita, Muhammad rasulullah, keluarga dan para sahabat. wa ba’du.


Alhamdulillah Akhirnya nulis lagi.. innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun banyak data-data yang hilang hasil tulisan-tulisan zulfi.. yang mana zulfi baru bbrpa bulan ini menulis mencoba berdakwah khususnya untuk diri sendiri yang begitu byk kelemahan & dosa… dalam tulis-tulisan Artikel.. kemaren ada beberapa yang zulfi hapus dalam blog zulfi menyangkut ada sesuatu yg tidak bisa disebutin…


Hampir di semua forum-forum jejaring sosial banyak membicarakan soal jodoh, tapi dalam hati zulfi pribadi resah serta di kalangan ulamapun demikian, sampai-sampai mereka mengeluarkan fatwa HARAM!!! Dalam salah satu situs jejaring sosial, karena fenomena yang terjadi melihat tindak tanduk akhwat & ikhwan jaman sekarang yang menghalalkan pacaran & menghalalkan cara yang haram untuk mendapatkan jodoh.. yang mana hijab tidak terjaga dengan baik.. kemaksiatan & perzinahan merajarela Astaghfirullah…..



Ya Ukhti muslimah!!!
Cintailah Allah & cintai Rasulullah melebihi cinta kalian pada apapun..
Cintailah orangtua karena Allah.. cintai pula kaum muslim yang lainnya karena Allah… cintailah.. cintailah.. cintailah sesuatu yang dicintai Allah..


Ya Ukhti muslimah!!!
Jagalah hijabmu… jagalah aibmu… jagalah kehomatanmu... jagalah kesucianmu… jagalah pandanganmu… jagalah ibadahmu.. jagalah..jagalah.. jagalah yg kebenara lainnya…


Ya ukhti muslimah!!!
Tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu berTAUHID... tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu takut kepada Allah… tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu beristiqamah dalam ibadah kepada Allah… tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu bertawakkal kepada Allah … tanamkanlah dalam qalbumu rindu bertemu dengan Allah di hari akhir nanti… tanamankanlah dalam qalbumu untuk selalu berdzikrullah.. tanamkanlah.. tanamkanlah.. tanamkanlah kebenaran lainnya..

Dikirim pada 16 Oktober 2009 di artike punya zulfi...

Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halaby


Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Sesunguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat". [Silsilah Hadits Shahih No. 2276].


Hadist ini merupakan hadits yang menjelaskan sifat-sifat orang mukmin, sifat-sifat yang senantiasa lengket dan menyatu dengan diri mereka, tiada pernah lepas hingga seolah-olah pakaian yang selalu menempel pada tubuh mereka dan tidak pernah terjauhkan dari mereka.


Mufattan Artinya : "Orang yang diuji (diberi cobaan) dan banyak ditimpa fitnah. Maksudnya : (orang mukmin) adalah orang yang waktu demi waktu selalu diuji oleh Allah dengan balaa’ (bencana) dan dosa-dosa". [Faid-Qadir 5/491].


Dalam hal ini fitnah (cobaan) itu akan meningkatkan keimanannya, memperkuat keyakinannya dan akan mendorong semangatnya untuk terus menerus berhubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala , sebab dengan kelemahan dirinya, ia menjadi tahu betapa Maha Kuat dan Maha Perkasanya Allah, Rabb-nya.


Menurut sebuah riwayat dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim, sesungguhnya Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Perumpamaan orang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambing angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya kembali. Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang. Sedangkan perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak bergeming oleh terpaan apapun hingga (ketika) tumbang, (tumbangnya) sekaligus". [Bukhari : Kitab Al-Mardha, Bab I, Hadist No. 5643, Muslim No. 7023, 7024, 7025, 7026, 7027].


Ya, demikianlah sifat seorang mukmin dengan keimanannya yang benar, dengan tauhidnya yang bersih dan dengan sikap iltizam (komitment)nya yang sungguh-sungguh.


Tawaab Nasiyy Artinya : "Orang yang bertaubat kemudian lupa, kemudian ingat, kemudian bertaubat". [Faid-Al Qadir 5/491].


Seorang mukmin dengan taubatnya, berarti telah mewujudkan makna salah satu sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala , yaitu sifat yang terkandung dalam nama-Nya : Al-Ghaffar (Dzat yang Maha Pengampun). Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman.
"Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar". [Thaha : 82].

Apabila Diingatkan, Ia Segera Ingat.

Artinya : "Bila diingatkan tentang ketaatan, ia segera bergegas melompat kepadanya, bila diingatkan tentang kemaksiatan, ia segera bertaubat daripadanya, bila diingatkan tentang kebenaran, ia segera melaksanakannya, dan bila diingatkan tentang kesalahan ia segera menjauhi dan meninggalkannya".


Ia tidak sombong, tidak besar kepala, tidak congkak dan tidak tinggi hati, tetapi ia rendah hati kepada saudara-saudaranya, lemah lembut kepada sahabat-sahabatnya dan ramah tamah kepada teman-temannya, sebab ia tahu inilah jalan Ahlul Haq (pengikut kebenaran) dan jalannya kaum mukminin yang shalihin.


Terhadap dirinya sendiri ia berbatin jujur serta berpenampilan luhur, sedangkan terhadap orang lain ia berperasaan lembut dan berahlak mulia, bersuri tauladan kepada insan teladan paling sempurna yaitu Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam , yang telah diberi wasiat oleh Rabb-nya dengan firman-Nya : "Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka .....". [Ali Imran : 159]

Inilah sifat seorang mukmin. Ini pula jalan hidup serta manhaj perilakunya. [Majalah Al-Ashalah edisi 15, Th III 15 Dzul Qa’dah 1415H]


Dikirim pada 15 Oktober 2009 di umum

Memandang Ringan Segala Cobaan Dan Jangan Mudah Terguncang Oleh Bayangan Buruk
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa�dy


Diantara sarana yang paling bermanfaat untuk sirnanya keguncangan dan kegundahan manakala seorang hamba tertimpa aneka bencana adalah hendaknya ia berupaya memandang dan menjadikannya ringan. Yaitu, dengan mengandaikan atau membayangkan kemungkinan yang lebih buruk dari yang telah terjadi, dan ia kuatkan hatinya dalam menghadapinya. Jika ia lakukan itu, hendaknya ia berupaya, sejauh kemungkinanm untuk meringankan apa yang mungkin diringankan . Maka, dengan penguatan hati dan upaya yang bermanfaat semacam ini akan hilanglah kegelisahan dan kegundahannya, dan berganti menjadi upaya keras untuk meraih berbagai hal yang bermanfaat dan menangkis berbagai madharat yang menimpa hamba.


Lalu, jika ia terhampiri beberapa penyebab ketakutan, penyebab sakit, penyebab kemiskinan dan ketaktercapainya aneka hal yang disenanginya, hendaklah menghadapinya dengan tenang dan menguatkan hati dalam menanggung derita cobaan akan meringankannya dan menghilangkan tekanannya. Terutama jika ia menyibukkan dirinya untuk menangkis cobaan itu sebatas kemampuannya. Dengan itu, menyatulah dalam dirinya tekad mengukuhkan batin seiring berupaya yang bermanfaat, yang hal itu akan membuatnya tidak kalut oleh berbagai musibah. Ia tekan dirinya agar memperbaharui kekuatannya untuk melawan berbagai cobaan dan bencana, seiring bersandar dan percaya penuh kepada Allah. Tidak diragukan, bahwa upaya-upaya ini memiliki manfaat yang sangat agung untuk terwujudnya suatu kegembiraan dan kelapangan dada, di samping ia pun terus berharap pahala, baik didunia maupun di akhirat. Hal ini sudah dicoba dan disaksikan keberhasilannya. Bukti-bukti keberhasilannya bagi mereka yang telah mecobanya banyak sekali.


JANGAN MUDAH TERGUNCANG OLEH BAYANGAN BURUK


Di antara terapi yang paling hebat untuk penyakit syaraf hati, bahkan juga penyakit tubuh, adalah ketahanan dan kekuatan hati serta tidak mudah terguncang atau larut oleh bayang-bayang atau khayalan-khayalan buruk yang dipengaruhi oleh pikiran buruk. Karena, bila mana manusia takluk kepada khayalan-khayalan buruk dan hatinya mudah larut oleh pengaruh-pengaruh emosional yang berupa : rasa takut akan teridapnya penyakit atau semacamnya, mudah marah ataupun terganggunya pikiran oleh hal-hal yang memedihkan perasaaannya, dan membayangkan akan terjadinya bencana ataupun akan hilangnya segala yang disenanginya, kegundahan, penyakit dalam maupun luar dan rusaknya syaraf, yang hal itu mempunyai berbagai efek buruk, yang semua orang menyaksikan sendiri bahayanya yang banyak.


[Disalin dari buku Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa�idah, edisi Indonesia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia hal 29-35, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin Ma�ruf, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta]


Dikirim pada 15 Oktober 2009 di umum


-Termasuk Iman Kepada Allah: Sabar Atas Segala Takdir-Nya-
Syaikh Muhammad At-Tamimi


Firman Allah,
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (At-Taghabun: 11).

Alqamah bin Qais bin ’Abdullah bin Malik An-Nakha’i. Salah seorang tokoh dari ulama tabi’in. Dilahirkan pada masa hidup Nabi. Meninggal tahun 62H (681M). menafsirkan iman yang tersebut dalam ayat ini dengan mengatakan,

Yaitu: seseorang yang ketika ditimpa musibah ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun ridha dan pasrah (atas takdirNya).


Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
Ada dua perkara yang masih dilakukan orang, padahal kedua-duanya adalah kufur, yaitu mencela keturunan dan meratapi orang mati.


Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud,
Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan Jahiliyah.


Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah bersabda,
Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hambaNya maka Dia menyegerakan hukuman baginya di dunia; sedang apabila Allah menghendaki keburukan pada seorang hambaNya maka Dia menangguhkan dosanya sampai Dia penuhi balasannya nanti di hari Kiamat. (Hadits riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim ).


Nabi bersabda,
Sungguh, besarnya pahala setimpal dengan besarnya cobaan; dan sungguh, Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum, diujiNya mereka dengan cobaan. Untuk itu, barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan dari Allah, sedang barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan dari Allah.
(Hadits hasan, menurut At-Tirmidzi).

Kandungan Bab Ini
1. Tafsiran ayat dalam surah At-Taghabun. (Ayat ini menunjukkan keutaman sabar atas segala takdir Allah yang pahit, seperti musibah; dan menunjukkan pula bahwa amal termasuk dalam pengertian iman)
2. Sabar terhadap segala cobaan termasuk iman kepada Allah.
3. Ancaman keras terhadap orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan Jahiliyah [karena meratapi orang mati].
4. Tanda apabila Allah menghendaki keburukan kepada hambaNya.
5. Tanda kecintaan Allah kepada hambaNya.
6. Dilarang bersikap marah dan tidak sabar atas cobaan yang diujikan Allah.
7. Pahala bagi orang yang ridha atas cobaan yang menimpanya.


Dikirim pada 15 Oktober 2009 di umum
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

hmmm... Orang yg berusaha mmperbaiki diri.. yg tdk mngkin lepas dari kesalahan & dosa....!!! semoga saja kelak zulfi termasuk orang mukmin yang berhati bersih yg di ridhai Allah Azza Wa Jalla… Aamiin.. Aamiin.. Ya Allah ya rabbal ’alamiin.. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 747.521 kali


connect with ABATASA